SUKABUMI – Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, mengunjungi proyek percontohan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto di wilayah Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, pada 2 hari terakhir.
Dalam kunjungannya, Zainul memantau secara langsung proses distribusi makanan bergizi kepada siswa di sejumlah sekolah.
“Dalam peninjauan ini, saya melihat bagaimana bahan baku dari petani lokal diproses mulai dari penyortiran, dimasak, hingga dikemas dan didistribusikan ke sekolah-sekolah. Saya sangat bangga karena Sukabumi menjadi lokasi proyek percontohan dapur umum makan bergizi gratis yang didanai secara mandiri oleh Pak Prabowo,” ujar Zainul kepada Radar Sukabumi pada Rabu (13/11).
Proyek ini sudah berjalan hampir satu tahun, tepatnya selama 11 bulan, dan telah memberikan manfaat kepada sekitar 3.000 siswa dari 20 sekolah, mulai dari PAUD hingga SLTA, termasuk santri di pesantren.
Dapur ini juga telah terbukti mampu mendongkrak ekonomi lokal, karena seluruh bahan baku makanan diambil dari petani di sekitar Kecamatan Warung Kiara. “Ke depan, kami berharap agar pemasok bahan baku dapur MBG dapat berasal dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) atau Koperasi, guna lebih menggerakkan ekonomi lokal,” tukasnya.
“Selain itu, dapur ini juga menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 50 orang, mulai dari tukang masak, petugas kebersihan, pengemasan, hingga sopir pengantar,” tambah Zainul.
Dapur MBG ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN), yang menugaskan tiga orang perwakilan di setiap dapur: satu manajer, satu ahli gizi, dan satu ahli keuangan. Selama 11 bulan operasional, dapur ini telah menyajikan lebih dari 200 kombinasi menu dengan standar gizi yang cukup untuk mendukung kesehatan siswa. Tidak hanya itu, dapur juga telah berhasil mengidentifikasi menu-menu favorit anak-anak serta melakukan edukasi terkait pola makan yang sehat, seperti mengatasi ketakutan terhadap nasi, hanya memilih lauk, atau menolak sayur.
Zainul juga mengapresiasi kebersihan dan higienitas dapur yang sangat terjaga selama proses produksi makanan.
“Dapur ini sangat higienis dan bersih, yang tentunya sangat penting dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak,” papar Zainul.
“Dengan adanya proyek ini, kami berharap program MBG dapat terus berkembang dan menjadi model bagi daerah lainnya dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, sambil mendukung perekonomian lokal,” pungkasnya. (Den)






