GEGERBITUNG – Aipda Yadi Supriadi, Kanit Reskrim Polsek Gegerbitung, Polres Sukabumi, menjadi pahlawan saat menyelamatkan seorang wanita yang hendak melakukan percobaan bunuh diri di Jembatan Cisoka, Kampung Pasanggrahan, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur,
Kejadian bermula ketika Aipda Yadi. Minggu, (16/2/2025) sekitar pukul 11.55 WIB melintas di lokasi dan mendengar teriakan warga yang meminta tolong, setelah dilihatnya ternyata seorang wanita naik ke atas kayu dan memegang kabel listrik di jembatan.
Kemudian, tanpa ragu, Aipda Yadi segera turun dari mobil dan mendekati wanita tersebut dengan menenangkan berusaha membujuk wanita yang diketahui bernama Siti Nurjanah agar mengurungkan niatnya.
“Saya mendekatinya dengan perlahan dan berbicara dengan tenang, membujuk agar tidak melakukan tindakannya. Alhamdulillah, akhirnya dia mau turun dan dapat diselamatkan,” ujar Aipda Yadi. Senin, (17/2/2025).
Setelah berhasil menenangkan wanita tersebut, kata Aipda Yadi lagu, kemudian membawa Siti Nurjanah ke pinggir jalan dan menanyakan alasan di balik keputusannya hendak mengakhiri hidup.
Dari pengakuannya, lanjut Aipda Yadi, Siti Nurjanah itu mengalami tekanan akibat permasalahan keluarga, termasuk konflik dengan suaminya yang menelantarkannya serta perselisihan dengan ibunya.
“Saya tanya, sudah makan atau belum, dia bilang belum. Akhirnya saya berikan uang Rp50.000 agar bisa membeli makanan,” tambahnya.
Masih kata Aipda Yadi, di lokasi ada seorang warga yang mengenal Siti Nurjanah, namun tidak bisa membawanya pulang karena ada urusan lain. Untuk itu guna memastikan keselamatannya, kemudian Siti Nurjanah dibawa ke Polsek Ciranjang agar pihak keluarga bisa menjemputnya.
“Nah setelah berkoordinasi dengan Aipda Hari Agusman dari Polsek Ciranjang, akhirnya kami memutuskan untuk langsung mengantarkannya ke rumah keluarganya,” terangnya.
“Nah setibanya di rumah, keluarga Siti Nurjanah membenarkan bahwa ia mengalami permasalahan rumah tangga dan kesulitan ekonomi,” imbuhnya.
Lanjut Aipda Yadi, berdasarkan pengakuan dari pihak keluarga, Siti Nurjanah ditelantarkan oleh suaminya dan sempat bertengkar dengan ibunya hanya karena meminta uang Rp10.000, tetapi tidak diberi.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama dan selalu siap membantu mereka yang membutuhkan,” tandasnya. (Ndi)






