KABUPATEN SUKABUMI

Abah Empud dan anaknya Butuh Uluran Tangan, Kodisi Ekonomi dan Rumahnya Memprihatinkan

×

Abah Empud dan anaknya Butuh Uluran Tangan, Kodisi Ekonomi dan Rumahnya Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini
PERLU BANTUAN : Kondsi rumah Empud warga kecamatan Surade yang sebagian ambruk karena lapuk dimakan usia.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
PERLU BANTUAN : Kondsi rumah Empud warga kecamatan Surade yang sebagian ambruk karena lapuk dimakan usia.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Memprihatinkan yang dialami Empud (64) warga kampung Sindanghayu, Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ditengah hidupnya berjuang untuk sembuh dari penyakit struk yang dideritanya.

Pria yang hidup bersama anaknya Novi Andaresta (12) yang masih duduk dikelas 6 sekolah dasar di Surade ini, kini harus menerima kenyataan rumahnya ambruk akibat lapuk dimakan usia dan belum mendapat perbaikan sejak dibangun 20 tahun lalu.

Bank bjb Tandamata

Empud hanya bisa terdiam dengan penyakitnya, sementara anaknya Novi Andaresta harus banting tulang disela sela pulang sekolah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, pasca ditinggal ibunya yang lebih dahulu dipanggil yang maha kuasa 2 tahun lalu.

“Pas saya kecil kelas 1 naik ke kelas 2, ibu saya meninggal sakit, saya hidup bersama bapak sudah 4 tahun, bapak kondisinya gak bisa aktivitas karena sakit stroke ringan sudah 2 tahun lamanya,” ujar Novita saat diwawancara. Minggu, (31/3).

“Untuk makan kadang dikasih tetangga, kadang membantu tetangga nanti di kasih uang walaupun sedikit tapi ada untuk makan berdua,” imbuhnya.

Pekerjaan yang dilakukan sepulang sekolah, kata Novita lagi yakni menjadi pengasuh anak tetangganya, terkadang membantu memasak nasi, tidak hanya itu terkadang membantu bekerja di kebun memetik cabai milik tetangganya.

“Kadang dapat dari tetangga itu 20ribu sehari, kadang kadang 10 paling kecil, paling besar 30ribu,” ucapnya.

Dengan kondisi yang dialaminya saat ini bersama ayahnya, Novita berharap ada orang baik yang membantunya, karena Ia bercita cita ingin melanjutkan sekolah lebih tinggi, dengan masuk ke pesantren.

“Ingin sekolah tinggi, ingin menuntut ilmu, masantren, bapak juga ingin sehat seperti biasanya dan bisa membantu saya, bapak gak bisa aktivitas, kalau mau mandi dibantu sampai pintu kamar mandi,” katanya lirih.

Sementara itu, Ridwan kepala dusun setempat membenarkan jika salah satu warganya yakni Empud membutuhkan bantuan tidak hanya kebutuhan sehari hari namun juga bantuan perbaikan rumahnya yang berukuran 6×8 meter sudah lapuk dan sebagian atapnya sudah ambruk.