81 Sopir Ambulance Sukabumi Dapat Sembako Gratis dari Polisi

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah didampingi ketua Bhayangkara Ny. Hesty Dedy beserja jajaran saat memberikan paket sembako
BANTUAN : Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah didampingi ketua Bhayangkara Ny. Hesty Dedy beserja jajaran saat memberikan paket sembako dihalaman mako polres Sukabumi. Minggu, (18/9).(Foto : ist)

SUKABUMI — Peduli sesama dampak kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak), polres Sukabumi bagikan paket sembako kepada puluhan supir ambulance se – Kabupaten Sukabumi.

Sekitar 81 orang sopir ambulance se- Kabupaten Sukabumi terlihat sumringah setelah mendapat bantuan bingkisan paket sembako yang dibagikan secara langsung Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah didampingi ketua Bhayangkara Ny. Hesti Dedy.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sukabumi Dedy Darmawansyah mengungkapkan paket sembako diberikan merupakan bantuan sosial dari polri kepada sopir ambulance.

“Kami menyadari kenaikan BBM kepada mereka, kami memberikan batuan berupa beras, minyak goreng, dan gula semoga bermanfaat kepada mereka semoga bisa meringankan beban mereka. Ini kepedulian polri kepada sopir ambulance,” ungkap Dedy. Minggu, (18/9).

Dijelaskan Dedy saat membagikan sembako mendapat keluhan dari para sopir ambulance dimana saat membawa pasien ketika kondisi jalan sedang padat ataupun ada kegiatan polisi dijalan selalu disuruh minggir.

“Iya ada dari aparat kepolisian masih menyuruh mereka untuk minggir agar mengikuti jalur, nah saya sudah memberikan arahan kepada kasat lantas untuk diberikan arahan lagi anggota yang di jalan kalau ada ambulance lewat dapat diberikan prioritas jalur,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kata Dedy puluhan sopir ambulance meminta dilatihkan safety riding, dan diberikan jadwal untuk menerima pelatihan safety riding sopir ambulance yang nantinya mendapatkan sertifikat dari polres melalui kasatlantas.

“Nanti lantas yang memberikan sertifikat bahwa mereka sudah ikut safety riding, soalnya mereka saat menggunakan ambulance itu menggunakan kecepatan sangat tinggi,” terangnya.

“Juga masih adanya informasi oknum sopir ambulance yang saat jalan menggunakan sirine padahal tidak membawa pasien nanti itu ada arahan dari kasatlantas,” bebernya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.