KABUPATEN SUKABUMI

800 Warga di Kedusunan Padaraang Sukabumi Krisis Air Bersih

×

800 Warga di Kedusunan Padaraang Sukabumi Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Kedusunan Padaraang Sukaumi Krisis Air Bersih
Sejumlah warga Kedusunan Padaraang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, saat antri untuk mendapatkan bantuan air bersih.

GUNUNGGURUH – Ratusan warga Kampung Padaraang, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mengalami krisis air bersih.

Ini terjadi karena sumber air yang selama ini mereka manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari kini kondisinya mengering, akibat kemarau panjang.

Bank bjb Tandamata

Kepala Desa Kebonmanggu, Rasnita Diharja kepada Radar Sukabumi mengatakan, sudah 4 bulan terkahir warga di wilayah Kedusunan Padaraang sudah mengalami krisis air bersih.

“Dari semua kedusunan di wilayah Desa Kebonmanggu itu, memang hanya satu kedusunan yang kondisinya sangat memprihatinkan terkait krisis air bersih itu,” kata Rasnita kepada Radar Sukabumi pada Selasa (17/10).

Wilayah Kedusunan Padaraang kerap sekali mengalami krisis air bersih. Lantaran, wilayah tersebut berada di lereng perbukitan. “Memang masalah krisis air bersih di Kedusunan Padaraang itu, berada khususnya di kawasan Karang Para sampai ke wilayah utara, itu sudah sangat riskan,” ujarnya.

“Di wilayah itu, ada sekitar 800 jiwa yang mengalami krisis air bersih tersebut. Alhamdulillah kemarin sempat ada bantuan tangki air, tapi airnya tidak cukup saat hendak diberikan kepada warga,” imbuhnya.

Ketika disinggung mengenai upaya dalam mengatasi krisis air bersih, Rasnita menjawab, bahwa pemerintah Desa Kebonmanggu sudah berupaya maksimal. Diantaranya, melakukan pembangun sumur bor di beberapa titik yang ada di wilayah Kedusunan Padaraang.

“Bukan hanya itu, program P3K Kecamatan Gunungguruh juga membuat penyaluran air yang berasal dari embung. Namun, demikian karena lokasinya diatas perbukitan, maka dapat dipastikan setiap memasuki musim kemarau, airnya pasti akan menyusut,” timpalnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kampung Padaraang, RT 02/RW 01, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Ece Rustiawan (18) mengatakan, untuk mendapatkan air bersih, ratusan warga setiap harinya harus berjalan sejauh satu kilometer untuk mendapatkan air bersih.

Satu-satunya mata air yang digunakan saat ini berada di Gunung Kopi, Kampung Cipeundeuy, Desa Kebonmanggu. Perjalanan mereka yang menuju bebukitan itu tentunya bukan berarti tanpa resiko, karena perjalanannya harus melewati kebun dan jalan yang membahayakan.

“Setiap pagi dan sore hari, kami juga antre di sana. Ya kami terpaksa, karena sumur-sumur kami sekarang ini kering,” jelas Ece.

Ia menambahkan, krisis air bersih ini selalu terjadi setiap musim kemarau. Adapun mata air yang kini masih bisa dimanfaatkan warga itu merupakan air resapan dari pepohonan. “Kondisi seperti ini sudah berlangsung sejak tiga sampai empat bulan lalu. Jujur saja, ini sangat menyulitkan kami,” pungkasnya. (Den)