30 Hektare Sawah di Jampang Tengah Terancam Gagal Panen, Ini Penyebabnya…

  • Whatsapp
PENINJAUAN : Petugas gabungan saat meninjau lokasi longsor yang merusak saluran Daerah Irigasi Cipanumbangan, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah.

JAMPANGTENGAH — 30 hektare lahan sawah di wilayah Desa Panumbangan, Kecamatan Jampantengah, terancam gagal panen. Lantaran, saluran irigasi yang berfungsi untuk mengairi lahan pertanian tergerus bencana longsor pada akhir pekan kemarin (16/01/2021).

Kepala Desa Panumbangan, Lani Jaelani mengatakan, Daerah Irigasi Cipanumbangan, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, mengalami kerusakan sepanjang lima meter dan tinggi empat meter. Ini terjadi karena Daerah Irigasi Cipanumbangan, diterjang bencana longsor pada Sabtu (17/01) sekira pukul 15:30 WIB.

Bacaan Lainnya

“Pada akhir pekan kemarin itu, ada dua titik yang diterjang bencana longsor. Nah, di lokasi lainnya longsoran itu terjadi akibat tebing ambruk dan material berupa tanah dan bebatuan menutupi saluran irigasi sepanjang tujuh meter dengan ketebalan material longsoran sekitar satu meter,” jelas Lani kepada Radar Sukabumi, Minggu (17/01).

Saat ini, warga yang merupakan petani penggarap lahan pesawahan di wilayah Desa Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah, tengah melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsoran yang menutupi saluran Daerah Irigasi Cipanumbangan, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah.

“Namun, upaya ini kami yakini tidak akan berhasil maksimal. Lantaran, warga dan pemerintah desa hanya melakukan seadanya saja karena keterbatasan anggaran. Iya, saat ini kami membutuhkan penanganan karung sebanyak 250 buah atau kawat boronjong sebanyak 50 buah,” bebernya.

Menurut Lani, saluran Daerah Irigasi Cipanumbangan, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah itu, selain untuk mengairi lahan pertanian padi selusa 30 hektare, juga kerap digunakan warga untuk kebutuhan mencuci peralatan rumah tangga dan lainnya. Untuk itu, saluran irigasi di wilayah tersebut sangat dibutukan warga dan para petani. “Kalau untuk kerugian akibat bencana alam itu, ditaksir mencapai sekitar Rp25 juta,” imbuhnya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *