2020, Perumda Target 8000 Sambungan Baru

  • Whatsapp
Direktur Umum dan Keuangan Perumda TJM Kabupaten Sukabumi, Budi Arkah saat diwawancara di ruang kerjanya.

CIBADAK — Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumda AM TJM) Kabupaten Sukabumi, terus menggencarkan program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pada 2020 mendatang, perusaan yang dipimpin Kamaludin Zen ini menargetkan 8000 pemasangan Sambungan Langganan (SL) baru.

Dari informasi yang diperoleh radarsukabumi, setiap tahunnya kuota MBR ini selalu mengalami peningkatan misalnya saja, pada 2018 jumlahnya mencapai 45 ribu sambungan langganan. Sedangkan 2019 ini, menargetkan 8000 sambungan dan seratus persen sudah terealisasi.

Bacaan Lainnya

“Ya untuk program tahun ini kuotanya 8000 sambungan dan ini sudah terealisasi semuanya. Sedangkan untuk 2020 mendatang, jumlah kuotanya sama 8000 sambungan,” kata Direktur Umum Perumda AM TJM Kabupaten Sukabumi, Budiarkah kepada koran ini, Selasa (17/12).

Lebih lanjut Budiarkah, untuk mencapai target tersebut Perumda tidak hentinya melakukan evaluasi, termasuk dari setiap cabang. Dengan begitu, semua target dapat terealisasi dengan baik.

“Selain itu, di akhir 2019 ini Perumda AM TJM gencar sosialisasikan program pelanggan MBR yang ditargetkan 8.000 ribu sambungan. Program pelanggan MBR ini tidak ada penambahan, jumlahnya masih sama 8.000, karena harus berdasarkan pemda sebagai penyertaan modal,” paparnya.

Menurutnya, sejauh ini Perumda AM TJM tidak menemukan kendala signifikan yang dapat menghambat proses realisasi program MBR tersebut. “Alhamdulillah kendalanya relatif masih bisa diantisipasi. Mudah-mudahan bisa tercapai sesuai dengan waktu yang ditargetkan,” ucapnya.

Untuk pendaftaran program MBR 2020 mendatang, saat ini maayarakat berpenghasilan rendah sudah bisa melakukan pendaftaran disetiap cabang. “Mulai 2019 ini pendaftaran sudah dibuka disetiap cabang. Jadi yang mau ikut program MBR tinggal mendaftar saja,” ucapnya.

Dengan diluncurkanya program MBR ini, masyarakat khsusunya yang berpenghasilan rendah bisa menjadi pelanggan air bersih. “Jelas kami optimis, karena dengan adanya program ini semua bakal terbantu,” timpalnya.

Soal biaya pada program MBR ini, Budi menyebutkan, masyarakat hanya perlu  membayar rekening air dua bulan kedepan, yakni sebesar Rp120 ribu. Pembayaran ini tentunya jauh dari yang biasanya, yakni mencapai Rp1.250.000.

“Program ini sesuai dengan program pusat yakni 100 persen penyediaan air bersih, 0 persen tidak kumuh dan 100 persen harus tercapai sanitasi. Kami yakin semua target yang ditetapkan bisa tercapai termasuk penambahan calon pelanggan,” pungkasnya. (bam/d)

Pos terkait

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *