“Kami berharap kehidupan kembali normal, minimal warga terdampak tidak lagi tinggal di tenda komunal karena sudah pasti jenuh dan kesehatan mereka tentunya akan terganggu, kami akan terus membangun sampai 1.000 hunian darurat,” katanya.
Masih tingginya permintaan warga untuk mendapat hunian darurat dibenarkan warga Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kiki Nurdiansyah, karena warga sudah mendapat kejelasan terkait waktu pencairan bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumahnya yang ambruk.
“Kami sudah mengajukan permintaan untuk pembangunan 18 unit hunian darurat ke PMI yang rencananya akan menggunakan tanah kebun milik warga yang sudah diizinkan untuk dipakai. Kami berharap hunian darurat segera dibangun karena sudah terlalu lama di dalam tenda komunal,” katanya.(*)






