JAWA BARAT

Tingkatkan Kompetensi Peternak di Cianjur, Polbangtan Kementan Gelar Bimtek Budidaya Ternak Domba

×

Tingkatkan Kompetensi Peternak di Cianjur, Polbangtan Kementan Gelar Bimtek Budidaya Ternak Domba

Sebarkan artikel ini
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian bekerjasama dengan Anggota Komisi IV DPR-RI Kabupaten Cianjur melaksanakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Petani di kabupaten Cianjur.
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian bekerjasama dengan Anggota Komisi IV DPR-RI Kabupaten Cianjur melaksanakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Petani di kabupaten Cianjur.

Arif Nindyo Kisworo sebagai ketua jurusan sekaligus narasumber dalam bimtek ini menyampaikan beberapa poin utama atau kunci sukses beternak kambing domba secara garis besar dibagi menjadi 3 yakni bibit, pakan, dan manajemen.

Bank bjb Tandamata

Bibit adalah awal penyediaan bahan baku produksi sehingga harus selektif dalam memilih bibit unggul seperti jenis domba, pertambahan bobot harian, jumlah kelahiran. Bibit menyumbang 30% pertumbuhan suatu ternak.

Pakan merupakan faktor kunci keberhasilan beternak karena menyumbang 70% biaya produksi, efisiensi pakan sangat dianjurkan bagi peternak untuk menekan biaya produksi seperti penggunaan pakan alternatif atau bahan pakan yang banyak tersedia di alam seperti rumput-rumputan, leguminosa atau kacang-kacangan, dedaunan, juga dapat menggunakan limbah pertanian maupun industri makanan

Sedangkan Manajemen tidak terlepas dari peternak sebagai operator dalam kandang, penerapan SOP yang baik akan membuat produksi maksimal. Manajemen ini dibagi menjadi beberapa langkah seperti manajemen pemberian pakan, manajemen sanitasi atau kebersihan kandang, manajemen kesehatan, manajemen recording reproduksi.

Staf Ahli Bidang Peternakan Kabupaten Cianjur, Asep Adang menyatakan bahwa kondisi penyuluh pertanian atau PPL yang ada di kabupaten cianjur masih mengelola 3-4 desa binaan “Artinya kalau dalam 1 desa ada 10 kelompok tani dan setiap kelompoknya memiliki 25 anggota maka setiap penyuluh membina 750-1000 petani”, ujarnya.

Oleh sebab itu setelah dilaksanakannya bimtek ini petani diharapkan dapat mengakses atau berkoordinasi dengan penyuluh setempat, sehingga ilmu yang didapatkan selama bimtek dapat langsung dimanfaatkan di lapangan. (Mul)