Pasalnya, ungkap dia, sepanjang jalur utama Cianjur rawan terjadi bencana alam terutama di wilayah selatan Cianjur, di mana sejumlah ruas jalan belum tuntas diperbaiki setelah terdampak bencana alam mulai dari Campaka hingga Sindangbarang.
“Cuaca ekstrem masih kerap terjadi di sebagian besar wilayah Cianjur di mana curah hujan tinggi dengan intensitas lebih dari dua jam, termasuk kabut tebal yang melanda kawasan Puncak Pas yang membuat jarak pandang menjadi pendek,” katanya.
Sedangkan untuk menekan angka kecelakaan selama malam pergantian tahun, pihaknya menambah rambu peringatan mulai dari kawasan Puncak, Haurwangi dan Gekbrong, sebagai upaya mengingatkan pengendara lebih berhati-hati saat melintas.(*)






