Cadas Pangeran Sumedang Zona Merah

Cadas Pangeran
ejumlah petugas dan warga sedang melakukan evakuasi pasca longsor di Cadas Pangeran Sumedang. (ist)

SUMEDANGMengantisipasi terjadinya longsor yang sering terjadi di Kawasan Jalan Cadas Pangeran Atas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, TNI, Polri, Dinas PUPR Sumedang, Pemerintah Desa Cijeruk dan Cigendel melakukan langkah-langkah mitigasi dengan normalisasi saluran air yang tersumbat sampah dan dedaunan ranting pohon.

Kasi Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Kabupaten Sumedang Adang mengatakan, hasil rapat koordinasi sebelumnya, bahwa sekitar Cadas Pangeran Atas harus diwaspadai karena menurut informasi BMKG dari mulai Senin (17/1) sampai Minggu (23/01) perlu diwaspadai karena curah hujan semakin tinggi dan lebat.

Bacaan Lainnya

“Ini salah satu ikhtiar kita melakukan mitigasi pembersihan saluran air yang tadinya tersumbat dari mulai Cijeruk sampai patung sinergitas dengan beberapa steakholder termasuk masyarakat,” ucapnya kepada Radar Sumedang, Selasa (18/1/2022).

Adang mengaku, Cadas Pangeran masuk kategori zona merah terhadap ancaman bencana, sehingga, upaya-upaya permanen dan darurat rutin dilakukan seperti penembokan tebing secara permanen dengan beton, termasuk pemicunya saluran air yang tidak lancar.

“Selain itu, longsor diakibatkan adanya orang yang tidak bertanggung jawab, membuang sampah/barangkal di jalan bagian atas, selain itu, sebelum patung Pangeran Kornel sebelah kanan, terdapat gundukan tanah, menutup drainase sehingga tidak berfungsi sama sekali,” ungkapnya.

Adang menuturkan, kawasan Cadas Pangeran merupakan perbukitan yang memiliki kelerengan terjal 25-40 derajat. Jika saluran hujan terlalu banyak meresap tebing. Maka tebing akan jenuh air bebatuan akan lepas juga batu besaran akan jatuh kebawah.

“Untuk, mewaspadai terjadinya longsor-longsor susulan, akibat ulah sekelompok orang yang sengaja membuang sampah salah satunya penerangan PJU harus lebih banyak, patroli harus rutin dilakukan, dan harus ada penegakan hukum apabila menemukan orang yang sengaja membuang sampah,” ucapnya.

Kades Cijeruk Bastaman R. Darsono mengaku, hujan lebat yang terjadi beberapa waktu lalu, membuat debit air pemukiman warga Cijeruk masuk ke saluran air Cadas Pangeran Atas. Namun saat saluran air tersumbat sampah dan tanah air meluber kejalan, merembes ke tebing.

“Akhir-akhir ini hujan deras kerap terjadi, apabila tidak dilakukan mitigasi bencana dikhawatirkan akan terjadi longsor yang lebih parah, dan longsor batu besar kemarin bukan kali pertama terjadi,” ucapnya didampingi Kades Cigendel Mulyana.

Bastaman mengapresiasi langkah yang dilakukan dinas terkait, karena langsung merespon cepat pasca bencana kemarin.

Namun pihaknya meminta agar pergeseran saluran air dari bahu kiri jalan arah Cirebon kesebalah kanan termasuk jalan diperlebar, karena kalau sebelah kiri digunakan terus menerus ditakutkan ada tumbuh pohon menimbulkan retakan tanah air merembes kedalam hingga mengakibatkan bencana di Cadas Pangeran Bawah.

“Karena disini sering terjadi longsor, kami meminta agar ada alat berat distandbykan di sekitar Cadas Pangeran, karena sekarang musim hujan, ketika terjadi bencana bisa langsung diatasi, tidak harus menunggu alat berat,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolsek Pamulihan IPTU Andriyanto mengatakan jalur Cadas Pangeran Atas banyak rumput-rumput liar yang sudah tumbuh tinggi, sangat membahayakan pengguna jalan.

Sebab, ketika melalui Cadas Pangeran Atas pandangan pengendara kerap terhalang rumput dan sangat membahayakan.

“Kami antisipasi apabila ada pengendara yang melawan arus dari Sumedang ke Bandung apabila rumput sudah tinggi tidak akan terlihat kendaraan dari depan, sehingga melaksanakan kegiatan bersama BPBD, supaya pandangan sepeda motor dan mobil bisa lebih leluasa, untuk melihat kendaraan di depan,” tutupnya.

Reporter: Toha

Sumber: Radar Sumedang

Pos terkait