Namun sayangnya, ketika sudah menerapkan aturan ini, pusat belanja tetap harus ditutup sementara. Kata Rully, biasanya di setiap pusat belanja seringkali ada toko dan pedagang kaki lima yang mana mereka masih bisa berjualan hingga batas jam yang ditentukan.
“Coba saja cek di dekat pusat belanja suka ada pedagang kaki lima, mereka bisa tetap buka sampai malam nggak?
Bisa dine in nggak? kan kalau dilihat nggak mereka aturannya,” sebutnya. Dampak dari ketatnya peraturan ini, katanya, banyak brand makanan internasional yang mulai meninggalkan mall dan ini sudah banyak terjadi.
“Masalahnya bukan hanya bisnis nggak berputar saja tapi ketidak seragaman dan tidak tegas peraturan secara merata akan membuat pusat belanja yang awalnya sudah dibangun mengoordinir yang baik, dan pembayaran pajak yang baik justru akan jadi terpecah-pecah,” tandanya. (fid/radarbandung)






