JAWA BARAT

Rusak! WC Siswa di SMKN 8 Selaawi Garut, Aang Karyana: Biaya Tidak Mencukupi

×

Rusak! WC Siswa di SMKN 8 Selaawi Garut, Aang Karyana: Biaya Tidak Mencukupi

Sebarkan artikel ini
Aang Karyana
Aang Karyana, Kepala Cadisdik wilayah XI Kabupaten Garut. (foto: Ist)

GARUT – Terkait alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 8 di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, untuk pemeliharaan Sarana-prasarana (Sarpras) Water Closet (WC) di sekolah tersebut diduga tidak dilaksanakan.

Padahal Sarana WC di sekolah harus memadai,berfungsi dengan baik agar kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah pun dapat berjalan dengan baik dan nyaman.

Bank bjb Tandamata

Namun, publik menduga, dalam merealisasikan alokasi dana BOS untuk pemeliharaan Sarpras di SMKN 8 Garut, tidak berdasarkan urgensi atau prioritas. Kendati, WC di sekolah merupakan kebutuhan vital bagi setiap orang/siswa.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Sarpras WC di SMKN 8 diduga tidak dilakukan perbaikan/pemeliharaan. Hal itu terlihat, beberapa ruang WC siswa dalam kondisi rusak, terutama dibagian pintu. Publik pun menduga kondisi WC di sekolah itu sengaja dibiarkan rusak.

Sebelumnya juga Kepala SMKN 8 Garut (Kepsek) Moh Rofik Zen, mengatakan bahwa dana BOS yang dialokasikan pemerintah tidak dapat mengkaper secara keseluruhan untuk pemeliharaan WC siswa di sekolah.

“Dari dana BOS tidak dapat mengkaper secara keseluruhan untuk pemeliharaan WC,” kata Rofik, melalui telepon selulernya, Jumat (9/8/2024) lalu.

SMKN 8 Garut
RUSAK: Kondisi salah satu pintu WC SMKN 8 Selaawi, Garut diduga dibiarkan rusak. (foto: Ist/ untuk Radar Sukabumi)

Dalam merealisasikan, dana BOS di SMKN 8 terutama untuk pemeliharaan, dilakukan secara bertahap atau prioritas, seperti perbaikan sarana jalan, lapangan olahraga termasuk WC, kata Rofik.

“Kita merealisasikan untuk dana pemeliharaan secara bertahap berdasarkan prioritas,” ucapnya.

Saat ditanya berapa total dana BOS yang dialokasikan untuk SMKN 8 Garut, (per-tahap). Rofik mengaku dirinya tidak tahu persis globalnya. Menurut dia soal itu humas yang dapat menjelaskan.

“Aduh hilap global na mah kin bagean humas sina ngahubungi (bahasa sunda – red). Lupa secara globalnya, nanti bagian humas akan menghubungi (Radar Sukabumi),” tutur Rofik.

Sementara, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) wilayah XI Kabupaten Garut, Aang Karyana, mengatakan bahwa dirinya telah menghubungi Kepsek SMKN 8 Selaawi Garut.

Disampaikan Aang, untuk tahun lalu, biaya pemeliharaan tidak mencukupi semuanya. Namun, untuk tahun ini (2024-red) ia meminta agar WC yang masih rusak agar diprioritaskan.

“Saya sudah menghubungi Kepsek, kalau tahun lalu biaya pemeliharaan tidak mencukupi untuk semuanya, untuk tahun ini WC yang masih rusak mohon diprioritaskan,” kata Aang kepada Radar Sukabumi melalui pesan WhatsApp, Senin (12/8/2024). (Ron)