Sementara itu, selaku Plt Dirut PDAM Gapura Tirta Rahayu, Riana menyampaikan secara teknis soal kerusakan yang terjadi dalam beberpa hari ini, ia pun mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi II dan jajaran anggota lainnya.
“Terimakasih atas kesempatan ini. Perlu kami jelaskan secara teknis terjadi kebocoran karena ada kerusakan pada sambungan pipa yang sudah berumur sangat lama,” kata Riana.
“Pipa itu merupakan aset Kementerian PUPR yang belum diserahkan kepada kami (PDAM), sehingga kami hanya bisa melakukan perbaikan/penyambungan pipa yang rusak. Solusi kami lakukan atas kejadian ini, kami sudah memberikan konpensasi berupa penyaluran air bersih kepada pelanggan selama perbaikan. Yang sudah kami salurkan sebanyak 2 juta liter,” terang Riana, menambahkan.
Lebih lanjut Riana menjelaskan, untuk pendistribusian pemenuhan kebutuhan air kepada pelangan, pihaknya kini tengah berupaya meminta bantuan pinjaman mobil tangki air ke Kabupaten Cianjur, Subang dan Bandung.
“Insya Allah untuk kebutuhan pelanggan akan kami penuhi dengan bertambahnya mobil tangki pinjaman dari Cianjur, Subang dan Bandung mengingat armada yang kita miliki tidak bisa menyuplai kebutuhan pelanggan aktif yang berjumlah 18.000 pelanggan sekaligus,” ungkapnya.
“Kami mohon doa dan supportnya dari para anggota dewan yang terhormat bahwa kami sedang mengatasi hal ini,” ucap Riana menambahkan.
Ia juga meminta kepada para pelanggan PDAM, agar dapat memaklumi, sebab perbaikan pipa PDAM tidak seperti perbaikan aliran listrik setelah beres diperbaiki langsung hidup. Tapi perbaikan saluran pipa air PDAM butuh waktu sekitar satu minggu aliran air bisa normal kembali, pungkasnya. (Ron)






