“Kami ingin semua tempat, mulai dari Rancabuaya Garut, Jayanti Cianjur, juga Pelabuhan Ratu, dan ada beberapa tempat lainnya, perlakuannya harus sama. Walau yang saya pantau memang Rancabuaya paling parah,” katanya.
Bey Machmudin kembali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, karena berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geogfisika (BMKG) diperkirakan gelombang pasang akan terjadi hingga 20 Maret 2024 mendatang.
“Imbauan untuk tidak melaut dulu, karena keselamatan warga utama dan juga gelombang masih tinggi,” katanya.
Sebelumnya, Bey menggambarkan bencana akibat gelombang tinggi, ratusan kapal nelayan di sepanjang pesisir selatan Jawa Barat rusak, dan Rancabuaya, Kabupaten Garut menjadi lokasi yang memiliki tingkat kerusakan kapal nelayan terparah yakni 142 kapal.(*)






