“Jadi keterlaluan kalau petani tidak sejahtera. Dan kami tolak impor karena menyengsarakan petani,” ungkapnya.
Ke depan, untuk meningkatkan produksi dan mendukung stok beras nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus mengelola potensi lahan pertanian di bagian selatan.
Kebutuhan beras di Jabar mencapai 4,6 juta ton per tahun.
“Sementara produksinya mencapai 8 juta ton per tahun, sehingga surplus 3,4 juta ton,” sebut Dedy Mizwar.
Senada dengan Wagub Jabar, Bupati Garut, Rudy Gunawan menegaskan untuk terdepan mewujudkan kedaulatan pangan
Untuk itu menolak impor beras dan jagung demi melindungi dan mensejahterakan petani. “Siapa pun menteri yang mengatakan impor itu adalah menteri yang tidak pro kepada petani,” tegasnya.



