Pemprov Jabar

Jembatan Loji Roboh, Gubernur Jabar Meminta Dinas BMPR Segera Pasang Jembatan Darurat

×

Jembatan Loji Roboh, Gubernur Jabar Meminta Dinas BMPR Segera Pasang Jembatan Darurat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi. (foto: tangkap layar video @KDM Channel)

BANDUNG — Robohnya jembatan Loji yang menghubungkan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Karawang membuat akses kedua wilayah itu terputus. Peristiwa itu akibat intesitas hujan yang tinggi di wilayah tersebut hingga menyebabkan banjir besar dialiran Sungai Cicangor.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, dalam rekaman video yang diunggah melalui akun Instagramnya @dedimulyadi71, kutip Selasa (4/3/2025).

Bank bjb Tandamata

“Ya, selain karena hujan yang deras, robohnya jembatan Loji disebabkan oleh usia konstruksi yang sudah sangat tua dan melebihi masa pakainya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Kang Dedi Mulyadi (sapaan akrabnya), ia meminta kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jabar gerak cepat (Gercep) memasang jembatan darurat (Bailey) agar masyarakat tetap dapat beraktivitas.

“Saya meminta kepada Kepala Dinas BMPR, untuk segera memasang jembatan darurat (Bailey) hari ini juga, agar masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa terganggu,” ujarnya.

Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memastikan bahwa pembangunan ulang jembatan Loji tersebut akan dilakukan tahun ini (2025), agar masalah ini terselesaikan secara permanen.

“Kami akan segera membangun jembatan Loji tahun ini juga. In Syaa Allah, prosesnya akan segera dimulai sehingga masyarakat dapat kembali menggunakan jembatan dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, KDM juga menginstruksikan pihak DBMPR untuk mendata seluruh jembatan di Jawa Barat yang telah melebihi batas usia konstruksi.

“Ini langkah penting agar kita bisa mencegah insiden serupa di masa depan. Jangan sampai jembatan-jembatan yang sudah tua tiba-tiba ambruk dan membahayakan masyarakat,” tegasnya. (Ron)