JAWA BARAT

Pemprov Jabar Waswas Tol Bocimi Tidak Aman Bagi Pemudik

×

Pemprov Jabar Waswas Tol Bocimi Tidak Aman Bagi Pemudik

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar) Herman Suryatman (ketiga kanan) dalam Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi), di Kota Bandung, Kamis (4/3/2024). (Dokumentasi Pribadi)
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar) Herman Suryatman (ketiga kanan) dalam Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi), di Kota Bandung, Kamis (4/3/2024). (Dokumentasi Pribadi)

Oktory menjelaskan gerakan tanah itu dapat terjadi terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dapat aktif kembali terutama akibat curah hujan yang tinggi.

Bank bjb Tandamata

Menurutnya, lokasi kejadian gerakan tanah pada bagian permukaan yang merupakan endapan vulkanik Gunung Gede Pangrango dan ada multiparameter yang menyebabkan kenapa suatu daerah masuk zona kerentanan gerakan tanah menengah. Faktor-faktor pengontrol adalah geomorfologi atau kelerengan, geologi dan struktur geologi, pelapukan, tanah atau batuan, geohidrologi, serta tata guna lahan.

Pada 3 April 2024, sekitar pukul 20.00 WIB, gerakan tanah atau longsor terjadi di Tol Bocimi (Bogor, Cianjur, dan Sukabumi) Km 64-600 A tepatnya di Tol Parungkuda arah Sukabumi, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Jalan berbayar yang belum genap setahun diresmikan itu menyebabkan satu mobil MPV berisi dua penumpang terperosok ke dalam lubang longsoran.

Selain itu, ada satu truk dan satu MPV yang mengalami kecelakaan tunggal akibat kaget dan berusaha menghindar ke arah kanan, lalu menabrak median jalan.

PT Trans Jabar Tol menyatakan masih mengidentifikasi dampak akibat longsor atas lajur lainnya dan melakukan tindakan, agar lajur yang longsor dapat segera diperbaiki dan digunakan kembali.(*)