“Larangan melaut dan mendekati bibir pantai sudah kami sampaikan melalui aparat desa dan kecamatan di sepanjang pantai selatan agar disampaikan pada warga terutama nelayan tidak melakukan aktifitas dan mendaratkan perahu agar tidak rusak dihantam gelombang,” katanya.
Terkait gelombang tinggi yang melanda pantai selatan Cianjur selama dua hari terakhir, menyebabkan puluhan perahu nelayan yang ditambatkan di dermaga rusak karena dihantam gelombang, sehingga pihaknya melakukan pendataan dengan harapan mendapat bantuan dari pemerintah. “Kami sudah meminta nelayan untuk mendaratkan perahunya guna menghindari perahu rusak dihantam gelombang yang informasi dari BMKG akan terus terjadi hingga akhir bulan Maret. Kami mengupayakan bantuan untuk nelayan yang perahunya rusak dan sudah terdata,” katanya.
Sementara nelayan di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, terpaksa mendaratkan perahunya guna menghindari kerusakan akibat gelombang tinggi yang melanda kawasan tersebut. Puluhan orang nelayan terdampak karena perahu miliknya rusak berat dan hilang terbawa gelombang.
“Kami hanya bisa pasrah dan berharap mendapat bantuan dari pemerintah karena perahu yang biasa kami gunakan melaut pecah dihantam gelombang. Sejak satu pekan terakhir tidak ada nelayan yang berani melaut karena gelombang tinggi,” kata nelayan Pantai Jayanti, Iyenk Sukmayadi (34).(*)






