“Saya sudah bertemu Pak Bey untuk menitipkan semua yang baik-baik ini, sebaiknya jangan diubah karena itulah yang membuat provinsi ini terbaik se-Indonesia. Kecuali ada gagasan baru, saya silakan Pak Bey untuk melakukan inovasi-inovasi,” kata Kang Emil, Senin (4/9).
Sejak dibentuk pada 18 September 2018 hingga Mei 2023, JQR telah membantu 159 ribu warga, menerima 24.189 aduan masyarakat, 13.093 atau 54 persen di antaranya masuk kategori JQR. Dari 13.093 aduan yang masuk tupoksi JQR tersebut, 9.392 aduan atau 71 persen telah terselesaikan, 3.764 atau 29 persen masih dalam proses.
JQR memiliki empat peran utama, yakni sebagai penerima aduan masyarakat, pengelola informasi, edukasi melalui kampanye media, dan melakukan advokasi terhadap warga terkait informasi dan kebijakan yang berhubungan dengan Covid-19.
JQR sebagai organisasi kemanusiaan di bawah naungan Pemprov Jabar juga telah berkolaborasi dengan 35 lembaga dan institusi baik pemerintah maupun swasta menyalurkan ribuan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker kepada ratusan puskesmas dan rumah sakit, juga paket sembako kepada ratusan ribu warga yang tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jabar.(*)






