“Ternyata tadi peperahuan (wahana perahu) diharap bisa meningkat ekonomi, karena warga juga kita beri kesempatan berjualan di sini.
Bisa jadi sarana olahraga saat kolam kering dan ini multifungsi bisa digunakan untuk mancing buat masyarakat sekitar,” jelasnya.
Menurut Mang Oded sapaannya, hadirnya kolam retensi ini diawali ketika warga Bandung memiliki permasalahan yang krusial. Diantaranya banjir, macet, dan masalah sampah.
“Alhamdulillah soal banjir kami mencoba menghadirkan upaya maksimalkan dari normalisasi 46 sungai,” ujarnya.
Maka, dengan memiliki sebanyak 46 sungai ini, Pemkot Bandung dan warga bersinergi merawat dan menjaga sungai tersebut.
Sehingga jangan sampai di Bandung masih ada yang membuang sampah ke sungaiKe depan berharap, akan dibangun kembali kolam retensi yang lebih banyak.
Rencananya, pada 2019 adalah penyelesaian kolam retensi di Gedebage bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ketua RT 03 RW 06 Citepus, Zaenal Muttaqin mengatakan dulu sebelum dibangun kolam retensi adalah lahan kosong milik Pemkot Bandung yang digunakan untuk lapangan bermain.
Saat hujan adanya genangan dan debu ketika musim kemarau tiba. “Namun setelah dibangun bisa dijadikan sarana olahraga, senam Ibu-Ibu, berjalan santai, memancing, dan banyak warga yang datang,” ungkap Zaenal.
Namun pastinya, warga Citepus akan menjaga kolam retensi tersebut agar masalah banjir bisa diminimalisir. Selain itu juga setelah diresmikan perlu adanya pemeliharaan.
(net)




