JAWA BARAT

Kadisdik Jabar Wahyu Mijaya Tutup Kegiatan SmartTren Ramadhan 1446 Hijriyah, Ini Harapannya

×

Kadisdik Jabar Wahyu Mijaya Tutup Kegiatan SmartTren Ramadhan 1446 Hijriyah, Ini Harapannya

Sebarkan artikel ini
Wahyu-Mijaya

BANDUNG — Seluruh rangkaian kegiatan SmartTren selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriyah/ Tahun 2025 bagi jenjang SMA, SMK dan SLB di Jawa Barat (Jabar) secara resmi telah ditutup.

Penutupan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Wahyu Mijaya, yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Jalan Dr Rajiman No 6, Kota Bandung, pada Selasa (25/3/2025) kemarin.

Bank bjb Tandamata

Seperti diketahui, berbagai program dilaksanakan dalam kegiatan SmartTren, hal itu sebagai upaya Disdik Jabar untuk terus konsisten membentuk karakter para siswa dalam bidang keagamaan/religus.

“Alhamdulillah kita terus konsisten beberapa tahun ini, mudah-mudahan tidak hanya Ramadhan, tapi jadi bagian pembelajaran sepanjang tahun yang terus dilakukan untuk membentuk karakter yang lebih baik,” harap Wahyu Mijaya.

Kadisdik mencatat, salah satu program SmartTren, yakni Infak Harian dan Sedekah Aktualisasi Niti Bakti (IHSAN), yang dikeluarkan oleh siswa dan guru pada Ramadhan tahun ini. Hasilnya pun mencapai sebesar Rp1,9 miliar.

“Tapi, ini bukan tentang terkumpulnya uang, tapi hanya pencatatan dari infak yang diberikan siswa di mana pun berada,” ungkapnya.

“Jadi ini bukan dikumpulkan, tapi hanya pencatatan (uang) yang sudah disedekahkan,” ucap Wahyu Mijaya menambahkan.

Sementara itu, Ai Nurhasan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Disdik Jabar, yang sekaligus selaku Ketua Panitia SmartTren 2025, ia menjelaskan program “Rantang Kanyaah” berhasil disediakan oleh siswa sebanyak 66.033 porsi.

Sedangkan wakaf Al-Qur’an sebanyak 514.387 buah. Untuk program/ kegiatan pesantren di sekolah diikuti sebanyak 218.321 siswa serta penulisan Mushaf Al-Qur’an diikuti oleh 157 sekolah di Jabar.

Ai menambahkan, bahwa Ramadhan kali ini mendorong integrasi yang kuat antara aktivitas siswa di sekolah maupun di rumah. “Sehingga ada kegiatan Karomah, mulai dari bangun pagi, aktivitas sehari-hari, amal saleh,” tuturnya

“Kemudian shalat berjamaah, buka bersama di rumah, tarawih, tadarus sampai tidur cepat. Semua membutuhkan koordinasi dan komunikasi antara orang tua di rumah dan guru di sekolah,” tambah Ai Nurhasan.

Adapun acara penutupan kegiatan SmartTren Ramadhan tahun 2025 ini, sekaligus diisi dengan pembagian sedekah kepada anak yatim piatu, diseminasi pendidikan lalu lintas, dan ceramah. (Ron/ Nzr)