Bupati Bogor Buru ”Sarang” Petasan di Bogor

BOGOR – Tak mau kecolongan, Bupati Bogor Nurhayanti langsung menginstruksikan para camat untuk langkah antisipasi. Mulai dari pengawasan titik-titik sentra petasan, hingga pemantauan aktivitas industri rumahan di permukiman padat.

“Kami minta semua bergerak untuk melakukan upaya antisipasi,” singkat Yanti -sapaan Nurhayanti- kepada Radar Bogor (radarsukabumi.com Group).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, Dace Supriyadi, memastikan, Kabupaten Bogor tidak pernah mengizinkan produksi mercon atau petasan.

Karena jika ada temuan, maka dipastikan industri tersebut tak berizin. “Kalau ada, polisi akan membantu mengamankan hingga menunutup tempat poduksi mercon tersebut,” ujarnya.

Dace berjanji segera berkoordinasi dengan Camat se-Kabupaten Bogor. Bersama Muspika, ia akan mengintai geliat industri kecil pembuat mercon yang sering muncul jelang perayaan akhir tahun.

“Kita akan koordinasi dengan Camat dan pimpinan wilayah dan Satpol PP. Jika warga mengetahui ada rumah pembuatan mercon atau bahkan pabrik, segera laporkan ke aparatur setempat,” cetusnya.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Herdy, mengamini pernyataan Dace. Menurutnya, mayoritas peredaran dan produksi petasan di Kabupaten Bogor, terjadi di wilayah utara yakni jalur antara Parung menuju Tangerang. “Kejadian di Tangerang harus kita ambil hikmahnya.

Selama ini pekerja atau warga sekitar pabrik mercon merasa tenang dan aman. Padahal potensi bahayanya seperti apa. Makanya segera laporkan jika di wilayah ada pabrik mercon,” kata dia.

Untuk diketahui, seperti halnya Teluk Agung di Indramayu dan Kosambi Tangerang, Kabupaten Bogor juga memiliki sarang petasan atau kembang api, yakni di Kecamatan Parung. Hampir di setiap penghujung tahun, polisi selalu melakukan penggerebekan dan menemukan ratusan ribu petasan siap edar.

Pos terkait