“Saya senang sekali dan berterima kasih kepada panitia karena kegiatan ini diadakan di pondok pesantren dan mengikutsertakan anak didik saya, karena masih jarang sekali pembahasan tentang PLTU, isu lingkungan melibatkan kami, yang saya dan santri semua rasakan seperti panas sekali ketika musim kemarau, kadang kesulitan air bersih, hal-hal yang seperti itu ternyata merupakan dampak dari gejala kerusakan alam yang bisa jadi diakibatkan oleh adanya proyek-proyek PLTU yang ada di Indramayu. Harapannya kegiatan ini ada berkelanjutan, syukur-syukur ada aksi-aksi nyatanya, selain menumbuhkan awareness juga kita agar lebih sadar dengan isu lingkungan untuk kehidupan yang berkelanjutan” ucap Ibu Nyai Novi Assirotun Nabawiyah, selaku pengasuh pondok pesantren Miftahul Huda pada saat sambutan untuk membuka acara kegiatan open mic dan dialog public.
Selain itu Sarifah Mudaim selaku ketua pelaksana juga menyampaikan kegiatan ini sebagai ajang reuni Jurnalis Rakyat “Kegiatan ini sebagai ajang reuni jurnalis rakyat Indramayu untuk saling memotivasi dan produktif menulis di Tempo Witness, juga saling berbagi pengalaman dan ilmu diskusi lintas generasi pelibatan bermakna karena isu lingkungan adalah isu kita bersama.
Dampak PLTU itu sendiri berdampak buruk pada berbagai lini aspek kehidupan, juga sangat berdampak kepada orang-orang yang dilemahkan dalam hal ini anak-anak, perempuan, disabilitas maupun lansia. Sudah saatnya pelibatan bermakna perempuan dan orang muda dan lintas generasi agar kita semua melek literasi dengan isu lingkungan.(*)




