JAWA BARAT

Heboh, Fenomena Awan Lenticuralis, Lihat Videonya

LEMBANG – Fenomena awan menyerupai lingkaran berbentuk tiga dimensi sempat menghebohkan masyarakat Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Seolah tidak putus, fenomena langka tersebut masih menjadi perbincangan sejumlah warga yang turut menyaksikan.

Sebelumnya, pada Sabtu (8/2) sekira pukul 17.00 WIB, beredar video awan misterius tersebut di akun media sosial Instagram @lembangnews yang diunggah seorang warganet.

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit, terekam bulatan awan menggumpal berwarna hitam menyerupai bentuk ban atau makanan donat yang terjadi di sekitar wilayah Lembang.

Fenomena tersebut bukan sekali terjadi di langit Lembang dan sekitarnya. Sebab, satu hari kemudian Minggu (9/2), terdapat awan menyerupai seekor binatang. Ada yang berpendapat berbentuk macan yang sedang melompat, dan ada pula yang berpendapat berbentuk buaya.

Seorang warga yang menyaksikan, Yuhana (39) mengaku, tidak sengaja memotret fenomena langit tersebut. Bahkan, dirinya baru menyadari ada keanehan setelah melihat kembali hasil foto yang diambil.

“Pas Minggu sore itu saya mengambil beberapa foto kemudian masuk lagi ke rumah. Awalnya gak sadar kalau ada yang aneh tapi pas lihat hasilnya, kok mirip macan yang lagi lompat karena itu ambil fotonya juga asal-asalan,” ungkap Yuyu saat dihubungi, Senin (10/2).

Menyadari ada yang aneh dari hasil fotonya, Yuhana lalu mengunggah foto awan tersebut dalam status What’sApp. “Orang pada heran sampai banyak teman juga yang menanyakan keasliannya. Ya, saya jawab bahwa itu benar karena saya yang foto sendiri,” terangnya.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Tony Agus Wijaya menyatakan, awan membentuk spiral yang terjadi di Lembang dan sekitarnya merupakan hal biasa akibat angin berkecepatan tinggi, dan kemudian berbelok arah.

Gumpalan unik tersebut merupakan formasi awan lenticuralis yang bisa dilihat dengan mata telanjang. “Sebetulnya fenomena biasa karena jenis dan bentuk awan beragam, tergantung dari jumlah uap air dan arah angin dan unsur cuaca lain,” jelas Tony.

Seiring dengan munculnya pendapat yang mengaitkan fenomena tersebut dengan hal mistis, mitos, sampai bencana alam, Tony menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir mengingat fenomena awan tersebut lumrah terjadi berdasarkan kondisi angin.

“Masyarakat jangan sampai khawatir dengan fenomena ini. Tapi harus waspada sebab saat ini masih dalam periode musim hujan,” tandasnya. (RMOL)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button