DPRD JABAR

Melindungi Hak Anak di Jawa Barat

Dalam Memperingati Hari Anak Nasional

RADARSUKABUMI.com – Peringati hari anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli lalu, diharapkan bisa melindungi anak-anak di Jabar bukan hanya secara fisik namun juga psikologis.
“Ada yang harus diperhatikan baik orang tua maupun pemerintah dan lingkungan sekitar, yaitu terkait perkembangan psikologis anak-anak di Jabar,” ujar Anggota Legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sukabumi, Lina Ruslinawati.
Lina mengatakan, bimbingan psikologi diberikan baik kepada anak-anak dan orang tua. Sehingga orang tua bisa memberikan pengarahan yang baik juga kepada anaknya.
Lina mengaku banyak mendapat pengakuan dari orang tua yang mengeluhkan perilaku kurang terpuji anak-anak mereka.
“Ada orang tua yang mengeluhkan, anak-anak mereka yang melawan ketika dinasehati,” paparnya.
Anak-anak juga banyak yang tidak menghargai orang tuanya karena merasa lebih pintar ketimbang orang tua nya.
Karenanya, Lina menganggap bimbingan untuk orang tua khususnya di bidang psikologis dibutuhkan agar orang tua bisa membimbing anak-anaknya.
“Kalau terkait keilmuan dan masalah gagap teknologi itu mungkin butuh waktu untuk mempelajarinya,” tuturnya.
Lina menilai, bagaimanapun juga madrasah pertama bagi anak, adalah di rumahnya, terutama ibunya. Sehingga ibu harus bisa membimbing dan menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya.
Selain itu juga yang perlu diperhatikan adalah infrastruktur penunjang bagi fasilitas anak-anak mendapatkan hak mereka seperti  hak bermain dan belajar.
“Banyak anak yang harus berjualan di pinggir jalan untuk membantu orang tuanya mencari nafkah. Itu kan salah satu bentuk eksploitasi pada anak,” katanya.
Anggota legislatif DPRD Jabar dari Fraksi PKS Abdul Muiz.

Sementara itu,Anggota legislatif DPRD Jabar, dari Fraksi PKS Abdul Muiz mengatakan harapannya pasa hari anak nasional tahun ini, agar anak-anak ke depannya bisa menjadi pemimpin baik di Jabar maupun secara nasional.

“Sekitar 34,7% dari seluruh warga Jabar yang berjumlah 49 juta jiwa merupakan anak-anak mereka lah yang nanti akan melanjutkan kepemimpinan di  Indonesia,” katanya.
Karenanya Abdul Muiz mengajak seluruh elemen di Jawa Barat untuk memberikan yang terbaik menjadi sahabat dan teman dekat anak-anak Jawa Barat.
“kita harus bisa menjadi motivator bagi anak-anak di Jabar untuk terus optimis kreatif dan inovatif menjadi supporting system agar mereka menjadi generasi emas yang akan membangun kejayaan Indonesia di mata global,” tuturnya.
Abdul Muiz menyatakan banyak anak di Jawa Barat yang sudah menunjukkan prestasi terbaik di antaranya menjadi duta Jabar di lab di level nasional maupun internasional baik di bidang akademik olahraga sains maupun di bidang seni dan budaya.
“Karenanya kita harus terus mendukung mereka untuk tampil percaya diri dan yakin bahwa anak di Jawa Barat mampu menjadi ikon penuh prestasi,” katanya.
Abdul Muis mengakui di zaman sekarang di tengah pandemi covid 19 yang berdampak pada menguras APBN dan APBD.ditambah dengan situasi perekonomian yang berakibat pada perusahaan yang terdampak sehingga mengakibatkan banyak keluarga Jabar yang ter PHK dan dirumahkan.
“Tapi itulah takdir yang harus kita hadapi bersama kita harus bisa menangani masalah bersama,” tambahnya.
Abdul Muis juga mengajak anak Jawa Barat khususnya Sukabumi untuk mewarisi semangat juang para pahlawan.
Salah satu semangat juang yang harus dicontoh adalah ketika Sukabumi masih berstatus Kabupaten tertinggal sehingga akhirnya bisa m bisa keluar dari status tersebut.
Semangat juang para pahlawan harus menjadikan kita memiliki ambisi cita-cita obsesi menjadi agen perubahan tidak terbawa oleh suasana situasi masalah yang saat ini sedang dihadapi.
“Masalah yang dihadapi harusnya justru memicu adrenalin kita untuk bangkit mengukir sejarah baru,” tambahnya.
Abdul Muis mengingatkan bahwa anak-anak kita sekarang juga dihadapi pada bahaya laten narkoba, predator-predator yang menyasar anak-anak kita human trafficking, aplikasi-aplikasi yang membahayakan moral dan masa depan putra-putri di Jabar.
“Ada beberapa kejadian yang menempatkan Sukabumi sebagai daerah darurat pelecehan terhadap anak, zona merah untuk pelecehan seksual. KPAI melalui ketuanya mengingatkan hal tersebut. oleh karena itu saat ini sedang digodok di Jabar raperda penyelenggaraan perlindungan terhadap anak di Jabar,” paparnya.
Esensi raperda ini mendorong optimalisasi keterlibatan semua pihak lintas bidang institusi pemerintah, swasta, masyarakat, tokoh masyarakat, keluarga, untuk turut andil membentengi anak-anak di Jabar dari berbagai potensi pengaruh budaya, perilaku yang mengancam kejiwaan, fisik, sosial dan  tumbuh kembang anak Jabar.
Abdul Muiz mengharapkan  ke depan hak anak Jabar bisa terpenuhi, untuk mendapatkan proteksi penganggaran dan pelayanan terbaik di berbagai bidang. Seperti bidang sipil, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan, keluarga, dan sosial. Termasuk yang berkebutuhan khusus dan terlantar negara wajib hadir dengan melibatkan seluruh komponen, demi menjamin anak-anak Jawa Barat.
“Anak-anak di Sukabumi harus menjadi anak yang berprestasi untuk suatu saat berkontribusi positif bagi pembangunan di daerah kelahirannya, untuk kota, provinsi, negara dan kemanusiaan secara global,” harap Abdul Muiz.

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button