“Dengan soialisasi Perda itu juga menarik masyarakat, jadi terbuka untuk menciptakan kuliner baru dengan kekereatifannya, ” tuturnya.
Menurut Lina, Perda itu membuka kesadaran mereka bahwa potensinya sangat banyak, jadi desa itu kalau diberdayakan dan digali potensinya, itu sangat banyak.
Lina mengatakan, pemerintah harus hadir di sana, membangun infrastrukturnya, membantu informasi dan promosi, hingga petunjuk arah wisata ke daerah tersebut.
“Informasi daerah wisata itu harus ada pusat informasinya, sehingga orang-orang luar Sukabumi Raya pada tahu, ” katanya.
Saat ini Ekonomi Kreatif di Jawa Barat hingga kini masih disumbang oleh tiga besar subsektor, yakni kerajinan tangan, kuliner dan fesyen. Untuk kerajinan tangan menyumbang 27,1 persen, kuliner 26,4 persen, dan fesyen 16,7 persen, sedangkan subsektor lainnya total 29,8 persen.(adv)






