DPRD JABAR

F-PDIP Minta Pemkot Terbuka

SUKABUMI – Pemkot sukabumi sudah semakin dekat dengan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka seiring dengan status zona hijaunya. Namun ternyata, rencana tersebut tak sedikit pihak yang meminta untuk dikaji ulang.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, M Jaenudin pun tetap mempertanyakan rencana tersebut. Bahkan, dirinya meminta agar Pemkot Sukabumi lebih terbuka dalam hal data kasus Covid-19.

“Saya meminta Pemkot Sukabumi benar-benar terbuka masalah data yang dilaporkan baik itu ke Pemprov Jabar, maupun pemerintah pusat. Sehingga, pemerintah benar-benar bisa menganalisis secara menyeluruh,” tuturnya.

Pria yang duduk di Komisi V DPRD Provinsi Jabar ini pun mengaku mendapat laporan adanya ketidak terbukaan masalah data pasien Covid-19.

Baik itu kasus yang terkonfirmasi positi, maupun status PDP, ODP dan lainnya. “Saya melihat misalkan hari ini (kemarin. red) bertambah satu orang. Tapi, justru informasi yang saya terima penambahan pasien positif ini lebih dari yang dilaporkan,” ungkapnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi ini pun meminta Pemkot Sukabumi jangan hanya mengejar reting zona hijau dan lain sebagainya. Tapi mengabaikan keselamatan masyarakat.

“Sekarang karena ketidak terbukaan misalnya, terus sekolah tatap muka tetap berjalan. Bisa menjamin tidak kasus Covid-19 ini tidak terjadi dilingkungan sekolah.

Jadi jangan mengorbankan masyarakat hanya demi sebua predikat atau ingin terlihat bagus. Tapi pada faktanya sebaliknya,” kritiknya.

Ia mengatakan, pemerintah pusat maupun provinsi berani mengizinkan untuk melakukan KBM tatap muka karena dasarnya dari laporan di tingkat bawah.

Tapi kalau laporan tersebut benar-benar utuh, dirinya meyakini pemerintah baik provinsi maupun pusat tidak akan mengizinkannya.

“Saya hanya menekankan, jangan mengorbankan masyarakat hanya demi predikat. Lebih baik terbuka,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana merasa pihaknya sudah terbuka.

Artinya, apa yang disampaikan dari tim surveilans itu yang dilaporkan. “Saya sudah melaporkan apa adanya. Bahkan, setiap hari saya pasti melaporkannya. Ya mungkin Pak Jaenudin mempunyai data tersendiri,” singkatnya.(nur)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button