DPRD JABAR

A Yamin: Ketahanan Pangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

×

A Yamin: Ketahanan Pangan untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat A Yamin S.I.P saat menyampaikan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda)  Nomor 2 Tahun 2022 tentang desa wisata di Desa Gunung Endut
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat A Yamin S.I.P

SUKABUMI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Demokrat A Yamin mengatakan, Ketahanan pangan bukan hanya menjadi prioritas tapi juga menjadi target kesejahteraan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah diyakini mampu merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan penguatan ketahanan pangan nasional.

Dirinya, mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuat ketersediaan pangan lokal. Ketersediaan pangan lokal mampu memberikan sumbangsih untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Bank bjb Tandamata

“Maka dari itu, ketahanan pangan perlu menjadi fokus untuk ditingkatkan dengan mewujudkan pangan yang berdaulat atau food sovereignty dan mandiri food resilience,” ujar A Yamin Restoran terbaik di dekat sini

“Pemerintah sudah membantu dengan meningkatkan plafon KUR menjadi sebesar Rp 373,17 triliun pada tahun 2022 sehingga Pemerintah Daerah bisa menggunakan baik untuk pengadaan alsintan maupun korporatisasi daripada pertanian,” jelas Politisi Asal Kota dan Kabupaten Sukabumi ini

Sedangkan dari aspek kelembagaan, A Yamin menjelaskan, ada upaya yang dilakukan pemerintah dengan membentuk Badan Pangan Nasional melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021. Lembaga ini diberikan kewenangan terkait pengelolaan cadangan pangan Pemerintah, pelaksanaan kegiatan stabilisasi pasokan dan harga, penguatan sistem logistik pangan, pengentasan wilayah rentan rawan pangan, pengembangan penganekaragaman pangan dan pengembangan potensi pangan lokal.

Selain itu, pemerintah juga melakukan diversifikasi pangan lokal dengan meningkatkan produksi jagung, sorgum, sagu, dan singkong melalui perluasan lahan dan pembukaan area baru dalam rangka peningkatan produksi sebagai alternatif bahan pangan impor.