SUKABUMI — Program pendidikan karakter di barak militer yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Demokrat, A Yamin. Ia menilai bahwa langkah ini dapat membantu membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan wawasan kebangsaan bagi para siswa.
Menurutnya, Program ini bertujuan untuk memberikan pembinaan karakter bagi siswa tingkat SMA dan SMK melalui pendekatan kedisiplinan ala militer. Para siswa yang mengikuti program ini akan menjalani berbagai pelatihan, termasuk latihan fisik dan mental untuk meningkatkan ketahanan diri. Pendidikan kebangsaan guna memperkuat rasa nasionalisme dan Pembinaan moral dan etika yang diberikan oleh instruktur berpengalaman.
Meskipun mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk A Yamin, program ini juga menuai kritik dari berbagai kalangan. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, mengingatkan bahwa pendekatan militer bukanlah solusi untuk setiap persoalan perilaku anak. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang lebih holistik dan tidak hanya mengandalkan metode militer.
“Program pendidikan karakter di barak militer tetap menjadi topik perdebatan di berbagai kalangan. Sementara beberapa pihak melihatnya sebagai solusi untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, yang lain mempertanyakan efektivitas dan dampak psikologisnya. Pemerintah daerah diharapkan terus mengevaluasi program ini agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi peserta tanpa mengabaikan aspek pendidikan yang lebih humanis,”terangnya. (adv)






