DEPOK – Enam orang warga Kota Depok, yang rata-rata masih berusia muda, harus meregang nyawa diduga akibat mengkonsumsi minuman jenis ginseng oplosan, yang dibeli dari toko jamu di Jalan Akses UI, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Bahkan, salah satu korban tewas adalah seorang perempuan bernama Apriyani atau Ani. Sedangkan korban tewas lainnya, yakni Achmad Mujofar, Andri, dan Imron. Keempatnya tercatat sebagai warga Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji. Korban meninggal sudah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kober.
Dua warga lain yang dikabarkan tewas merupakan warga Kecamatan Pancoran Mas, yaitu Hariyandi, warga Jl Remaja RT6/6 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, dan M Sidik, warga Jl Remaja, RT7/1, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas.
Salah satu korban lain atas nama Riko Bastian harus dilarikan ke ruang ICU di salah satu rumah sakit di Jalan Raya Bogor, sedangkan belasan lainnya masih dirawat intensif secara terpisah di sejumlah rumah sakit.
Mujailani, paman dari salah satu korban Imron mengatakan, keluarga tidak ada yang mengetahui kalau keponakannya meregang nyawa setelah menenggak minuman jenis ginseng.
“Nggak tahu. Kita keluarga nggak ada yang tahu. Tiba-tiba tadi malem temen-temennya pada dateng, bilang katanya Imron dirawat,” katanya, Imron yang telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, ternyata tidak mampu diselamatkan lantaran sudah kritis di ruang ICU. Korban pun dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WIB.
“Awalnya keluarga nggak tahu kalau keponakan tewas karena mengkonsumsi minuman jenis ginseng oplosan. Baru tahu setelah mendapat kabar dari polisi,” tuturnya.
Pihak keluarga juga tidak mengetahui minuman apa yang ditenggak keponakan dan teman temannya tersebut. “Temennya nggak ada yang cerita. Katanya tiba-tiba kayak gitu. Kita nggak tahu dia minum apa. Yang jelas kata berita orang-orang ini oplosan. Oplosan apa? Gak tau saya,”katanya.
Dia menambahkan dirinya mendapat informasi kalau ponakannya itu membeli minuman di warung yang memang dikenal menjual miras. Lokasinya warung tak jauh dari fly over Universitas Indonesia di Srengseng Sawah.
“Kalau toko jamu itu memang semua orang sudah pada tahu. Bahkan di wilayah sini juga lumayan banyak yang jadi korban karena beli di situ,” jelasnya.
Sementara itu, toko jamu yang menjual ginseng oplosan kini ditutup pihak keamanan. Pemiliknya, Rizal pun sudah diamankan Polres Jakarta Selatan karena lokasi toko jamunya ada di wilayah Srengseng Sawah.
”Paskaadanya kabar warga meninggal diduga minum ginseng oplosan, anggota kita bersama Polsek Jagakarsa langsung menutup toko jamu. Anggota juga menyita barang yang dijualnya,” kata Kapolsek Beji, Kompol Yeni Anggraeni Sihombing.
Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto menjelaskan berdasarkan penyelidikan anggotanya, para korban mendapatkan minuman oplosan itu dengan cara membelinya di pedagang miras di wilayah Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
”Barang bukti sudah kami amankan ada di Polsek Beji, itu lokasi penjualan masuk wilayah Jagakarsa, selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan polsek setempat,” katanya.
Terpisah, petugas Polres Metro Jakarta Selatan, telah meringkus penjual jamu tersebut. Pedagang miras itu diketahui berinisial RS, dia diringkus di Jalan Haji Shibi, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, kemarin.
”Masih kami dalami, kita tunggu hasil autopsi dan uji lab miras tersebut,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Indera Jafar.



