DEPOK

Bikin Resah Perampokan Disertai Pelecehan Seksual, Harus Waspada

×

Bikin Resah Perampokan Disertai Pelecehan Seksual, Harus Waspada

Sebarkan artikel ini

Kasus kriminal kali ini tidak tanggung-tanggung atau dalam arti lain berlipat ganda. Pelaku nampak ingin sekali sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Berikut beberapa fakta yang berhasil dihimpun Pojokjabar.com:

1. pelaku menjadi buron selama dua bulan lebih, sekaligus residivis perampokan

Bank bjb Tandamata

Aj pelaku perampokan dan cabul terhadap MF, sama sekali tak menoleh ke depan saat digiring ke Mapolresta Depok, kemarin. Pria berusia 40 tahun itu tertangkap Reskrim Polsek Beji di Kampung Kekupu, Cipayung setelah buron dua bulan lebih.

Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto mengatakan, pelaku merupakan residivis perampokan. Hasil keterangan pelaku kata Didik, merupakan pemain lama yang sudah pernah dipenjara tahun 2016 kasus merampok. Pelaku merupakan pemain tunggal dengan modus mencongkel jendela rumah.

2. pelaku mengambil barang korban dan meminta oral seks

“Pada saat kejadian Jumat (26/1) malam, pelaku masuk rumah korban MF dengan mencongkel jendela menggunakan obeng. Lalu masuk ke kamar korban mengambil tas berisi uang Rp 20 juta, HP, dan laptop,” beber Kapolres Depok kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group) di Mapolresta Depok, Rabu (11/04/2018).

Ia mengungkapkan, belum puas mengasak barang berharga korban meminta untuk dilakukan oral. Saat kejadian ada ibu korban bersama anak korban masih balita tidur pulas.

Baca Juga: Sketsa Wajah Pelaku Perampok dan Pemerkosa di Beji Depok Disebar

Pelaku terangsang melihat korban yang sedang tertidur. Pelaku membangunkan korban meminta untuk oral seks, setelah itu kabur melalui jendela dengan membawa barang curiannya. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 365 jo 289 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun pidana.

3. pelaku mengelak mencuri, hanya dipaksa mengaku

“Barang bukti HP Xiomi yang sudah dijual pelaku ke toko HP disita. Uang sudah habis tidak tersisa digunakan buat kebutuhan hidup,” tambahnya.

Tersangka yang juga warga Pandeglang Banten ini mengelak telah mencuri. ”Bukan saya yang mencuri hp, saya hanya dipaksa untuk mengaku ”katanya.

Ia mengungkapkan, telah melakukan sejumlah aksi pencurian di Depok. “Pertama di Cimanggis, lalu di Bojonggede,” tambah pria sehari-hari bekerja kuli bangunan.

Sebelumnya, ruang gerak pelaku perampokan disertai pelecehan seksual, yang menimpa MF, di Jalan Tanah Baru, Kecamatan Beji pada Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 02:30 WIB, semakin sempit. Pasalnya, Polsek Beji mulai menyebar sketsa wajah pelaku disejumlah lokasi salah satunya angkutan umum kota (angkot).

4. polisi sempat sebar sketsa wajah pelaku

Ruang gerak pelaku perampokan disertai pelecehan seksual, yang menimpa MF, di Jalan Tanah Baru, Kecamatan Beji pada Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 02:30 WIB, semakin sempit.

Kemarin, Polsek Beji mulai menyebar sketsa wajah pelaku disejumlah lokasi salah satunya angkutan umum kota (angkot).

“Kami berhasil mengidentifikasi wajah pelaku setelah mendengar keterangan korban, yang saat ini sudah mulai pulih dari trauma,” ungkap Kapolsek Beji, Kompol Yenni Anggraini Sihombing, kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (10/04/2018).

5. pelaku melancarkan aksinya saat suami korban di luar kota

Untuk diketahui, Yenni menjelaskan, pelaku melancarkan aksinya pada MF (25 ), warga Jalan Tanah Baru, Kecamatan Beji pada Jumat 26 Januari sekitar pukul 02:30 WIB. Saat itu pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela bagian depan.

“Peristiwa ini terjadi saat suami korban sedang tugas ke luar kota. Di rumah itu hanya ada korban, bersama anak dan mertuanya,” bebernya.

Baca juga: Akhirnya, Pelaku Perampokan Disertai Pelecehan Seksual Diciduk Polisi

Karena takut, sambung dia, pelaku mengancam dengan pisau dan menghunuskan ke bagian leher korban. Korban pasrah ketika sejumlah barang berharga miliknya dirampas. Bejatnya lagi, pelaku ternyata memanfaatkan ketakutan korban dengan memaksanya untuk melakukan hubungan seks.

“Akibat kejadian ini, korban pun mengalami trauma yang cukup dalam hingga sempat dilarikan ke rumah sakit,” bebernya.

(RD/irw/pojokjabar)