Ayah di Depok Genjot Putri Kandungnya Tiga Kali Sehari, Ya Ampun

  • Whatsapp
Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah saat melakukan rilis ungkap kasus cabul, yang dilakukan ayah kandung kepada anaknya, di Mapolrestro Depok

DEPOK, RADARSUKABUMI.com – Pepatah lama sebuas-buasnya harimau tidak akan memakan anaknya sendiri, sepertinya tidak berlaku bagi SU. Ia lebih buas dari harimau. Pria 59 tahun ini tega memperkosa putri kandungnya sendiri, SO yang masih berusia 10 tahun. Kini, ia harus menanggung perbuatannya. Jadi pesakitan dibalik jeruji besi.

Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengatakan peristiwa sendiri terjadi pada Oktober 2019, di kediamannya, bilangan Cipayung. Memang sempat menjadi buronan. Cukup licin, karena acapkali berganti identitas (KTP).

Bacaan Lainnya

Laporan polisi masuk pada 5 Oktober 2019. Adapun peristiwa keji itu terjadi sehari sebelumnya. Terbongkarnya kasus, bermula saat ibu korban mendapati ada yang janggal di pakaian dalam anaknya. Ada cairan serupa sperma yang melekat.

“Dari sana, muncul kecurigaan si ibu. Kemudian ditanyakan langsung kepada anaknya. Si anak lalu mengaku jika telah disetubuhi oleh ayahnya sendiri,” ujar Azis kepada Radar Depok (Radarsukabumi.com Group).

Lebih lanjut, kata Azis, setelah ibu korban membuat laporan, pihaknya segera memburu keberadaan pelaku. Saat itu ia sudah melarikan diri. Pelaku akhirnya berhasil dibekuk, di sekitaran Sukmajaya, pekan lalu.

“Pelaku memang sudah memiliki lantar belakang pernah dihukum dengan peristiwa yang sama, dengan korban anggota keluarganya sendiri (kakak dari SO),” tegasnya.

Atas perbuatannya, SU akan dijerat pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. Namun, polisi memastikan bakal menjerat pelaku dengan tuntutan yang lebih berat, karena korbannya adalah anak kandung. Dan juga, ia merupakan residivis atas kasus serupa.

“Kondisi korban, trauma yang mendalam karena memang masih anak-anak. Perlu kita dalami lagi sisi kejiwaan dan psikologis dari anak tersebut. Karena harus kita perbaiki. Kalau tidak, nanti anak tersebut bisa trauma kedepannya,” tandasnya.

Sementara itu, SU mengaku jika aksi ‘gilanya’ itu dilandasi khilaf. Saking kejinya, kepada SO, ia pernah mencabuli hingga tiga kali dalam satu hari.

“Melakukannya di kamar mandi, saat dia (korban) sedang mencuci. Saat melakukan kondisi rumah sedang sepi,” terang dia.

Mantan supir angkot ini menuturkan, untuk anak sulungnya pernah pula ia perkosa pada 2002 silam. Dari kasus tersebut, ia pernah menjadi hukuman pidana.

“Kondisi rumah tangga dengan istri, mau pisah. Sekarang menyesal sekali,” pungkasnya.

(RD/tul/pojokjabar)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *