SUKABUMI — N (49) benar-benar sudah kehilangan akalnya. Betapa tidak, fakta sosok ayah yang seharusnya melindungi anaknya berubah menjadi penghancur masa depan kedua anaknya. N tega melakukan persetubuhan dengan kedua anaknya hingga salah satunya melahirkan.
Dalam keterangan yang disampaikan Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede mengatakan tindak pidana persetubuhan atau perbuatan rudapaksa terhadap anak di bawah umur dilakukan ayahnya berkali-kali.
“Ini melibatkan anak kandung yang sudah beberapa kali mengalami tindakan persetubuhan oleh ayahnya sendiri yang masih dibawah umur,” ujar Maruly. Kamis, (9/11).
Dijelaskan Maruly, terdapat dua modus operandi yang dilakukan tersangka N dalam melakukan tindakan kepada ke dua anak kandungnya yang saat itu masih sekolah kelas 4 dan 5 tingkat sekolah dasar hingga menginjak usia 17 dan 19 tahun, yakni tersangka melakukan persetubuhan terhadap kedua anaknya dengan cara memaksa atau mengancam agar keduanya mau melakukan persetubuhan secara berulang kali.
Bahkan, kata Maruly lagi tersangka pernah melakukan persetubuhan secara bersama-sama dengan kedua anaknya di waktu dan tempat yang sama. Sementara untuk modus kedua, tersangka melakukan kekerasan terhadap kedua anak kandungnya dengan menggunakan benda seperti kabel besi, raket dan benda hiasan dinding sebagai alat intimidasi agar keduanya mau melakukan perbuatan tersebut.
“Alasan yang dikemukakan tersangka adalah sudah tidak napsu terhadap istrinya dan sering menonton video tidak senonoh,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Maruly, setelah beberapa kali mengalami tindakan yang tidak manusiawi tersebut, korban yang salah satunya bahkan mengalami kehamilan hingga melahirkan anak akhirnya berani melapor ke pihak kepolisian serta sempat kabur dari rumah karena merasa trauma dan takut pada ayah kandungnya tersebut.
“Setelah menerima laporan itu, langsung Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi segera bergerak cepat untuk mengamankan tersangka dan barang bukti seperti kartu keluarga dan benda-benda yang digunakan sebagai alat intimidasi pada korban,” terangnya.






