Oleh karena itu, Dedi memutuskan untuk membenahi persoalan truk terlebih dahulu sebelum proyek jalan kembali dijalankan. “Sehingga solusinya kita ingin benahi dulu truk overload-nya, baru kita akan bangun jalannya,” tegasnya.
Dedi juga berterima kasih kepada warga yang telah mengekspresikan kekecewaannya. Ia menegaskan bahwa anggaran pembangunan harus tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk pemilik perusahaan angkutan.
“Kami ingin anggaran negara ini tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan, dinikmati oleh banyak orang, bukan hanya dinikmati oleh para pengusaha dan transporter saja,” tandasnya.(*)






