CIANJUR

Pegawai Disdik Positif Corona

CIANJUR – Kabar kurang sedap datang dari dunia pendidikan di Jawa Barat. Dimana, satu staf Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat terpapar Covid-19 setelah dilakukan tes cepat. Dari informasi yang dihimpun, staf tersebut terpapar dari menantunya yang bekerja di Jakarta.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala KCD Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat, Ester Miory saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Ia mengatakan, awalnya dirinya mendapat informasi dari tim kesehatan yang menjelaskan salah satu stafnya positif Covid-19.

“Informasinya pada hari Sabtu (8/8) salah satu staf kami positif setelah menjalani tes, itu diketahui setelah salah satu anaknya memeriksa ke rumah sakit seperti gejala Covid-19,” ujarnya.

Pihaknya pun langsung mengintruksikan agar menutup sementara berbagai kegiatan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan rencananya akan dilakukan swab test pada hari Senin (10/8).

“Saya instruksikan semua karyawan untuk melakukan karantina mandiri dan menutup segala aktifitas kantor. Senin juga akan dilakukan swab tes, lalu kembali melakukan karantina mandiri hingga hasilnya keluar,” paparnya.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah memberikan keleluasaan bagi sekolah yang berada di zona kuning. Namun pernyataan tersebut bukan merupakan mandat maupun diwajibkan, semua dikembalikan kepada pemerintah daerah (pemda) setempat.

Terkait hal itu, Ester mengatakan bahwa dengan pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang berada dalam zona kuning masih terlalu beresiko. Pasalnya, sekolah yang berada di 18 kecamatan di Kabupaten Cianjur pun masih perlu menempuh berbagai tahapan terlebih dahulu.

“Untuk di Kabupaten Cianjur kan ada 18 kecamatan yang terdiri dari beberapa sekolah yakni SMA, SMK dan SLB. Itu juga masih perlu melalui beberapa tahapan yang harus dijalani,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolah yang berada di zona hijau pun belum tentu melaksakan KBM secara tatap muka. Beberapa prosedur dari mulai tenaga pengajar harus berumur di bawah 45 tahun dan orang tua murid pun harus ada kesepakatan mengenai pemberian izin kepada anaknya untuk melaksanakan KBM secara tatap muka.

“Intinya terlalu beresiko jika di zona kuning, di zona hijau saja masih riskan dan masih perlu melakukan protokol kesehatan juga. Karena kita juga menjaga peserta didik,” paparnya.

Saat ini, pihaknya pun masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pusat mengenai pembukaan sekolah baik di zona hijau maupun di zona kuning.

“Masih perlu kajian juga, kan kalau dibuka KBM itu harus diatur semua dari mulai tempat duduk hingga tenaga pengajar yang sudah dites kesehatannya. Pastinya pembukaan KBM tatap muka di zona kuning tidak memungkinkan,” ungkapnya. (kim)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button