Namun, bagi sektor ekonomi masyarakat yang mengandalkan konsumen terbiasa melintasi jalur utama Cianjur seperti pedagang manisan dan juga oleh-oleh pasti akan mengalami penurunan permintaan dan omset akan turun, karena calon konsumen potensial beralih ke jalur tol.
“Seperti contohnya tol Cipularang, jelas sekali sudah mematikan rumah makan, bengkel dan beberapa pusat oleh-oleh Cianjur,” paparnya.
Pada dasarnya, lanjut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini menambahkan, jalan tol itu tidak serta merta memberi dampak baik bagi ekonomi rakyat, akan ada yang diuntungkan, di sisi lain akan ada pula yang dirugikan.
“Akan ada yang terdisrupsi/terbunuh oleh kebijakan pembangunan jalan tol,” tuturnya.
(rdc/izo)






