CIANJUR – Masyarakat Cianjur diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dalam satu pekan terakhir. Di minggu kedua Desember 2019, potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir akan sering terjadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur terus melakulan koordinasi dengan BMKG pusat untuk mengetahui secara dini badai petir yang terjadi di musim penghujan dan bersiaga sejak memasuki musim tersebut tepatnya pada 1 November 2019. BPBD pun menyiagakan petugas di 14 kecamatan yang dinilai rawan terjadi bencana saat musim hujan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan mengatakan, hujan akan terus terjadi dan sejauh ini masih terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan BMKG pusat.
”Untuk pantauan belum menerima informasi laporan pasti terkini yang pasti cuaca hujan akan terus mengguyur di sebagian Kabupaten Cianjur. Petir tidak hanya musim hujan lebat saja bahkan hujan gerimis pun sangat berpotensi adanya petir,” katanya.
Irfan memaparkan, BPBD Kabupaten Cianjur sudah melakukan imbauan dan sosialisasi siaga bencana kepada seluruh masyarakat di wilayah rawan bencana banjir dan longsor serta memasang alat bernama Early Waring System (EWF) untuk mendeteksi dini.
”Alat itu untuk deteksi dini dan antisipasi jika sewaktu waktu terjadi bencana banjir dan longsor sirinenya akan berbunyi agar segera menyelamatkan diri,” ungkapnya, kemarin.
Pihaknya sudah memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat Cianjur terutama masyarakat yang berada di wilayah dataran tinggi.
”Kami pihak BPBD mengimbau, hindari lapangan terbuka, menggunakan kentongan ke setiap rumah warga guna memberi tahu masyarakat sekitar dan segera mengungsi dan menyelamatkan diri,” ujarnya.
Ia menambahkan, belum bisa menentukan wilayah mana saja yang berpotensi akan terjadi adanya petir karena itu harus ada laporan dari BMKG pusat dan laporan kondisi terkini.
”Bagi masyarakat Cianjur tetap waspada jika terjadi bencana segera melapor ke BPBD secepatnya karena kedepan hampir di sebagian wilayah Kabupaten cianjur akan diguyur hujan yang berpotensi petir beberapa hari ke depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Peringatan dini cuaca ekstrem hari ini, Senin (9/12) telah secara resmi dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Minggu (8/12).Setidaknya terdapat 15 wilayah berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang serta kilat/petir.
Menurut BMKG massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Papua Barat dan Papua.
(RC/hry/tri/pojokjabar)






