CIANJUR

Gigihnya Ujang Bikin Pesawat Terbang di Cianjur, Hanya Lulusan SD, Manfaatkan Limbah Bengkel Motor

×

Gigihnya Ujang Bikin Pesawat Terbang di Cianjur, Hanya Lulusan SD, Manfaatkan Limbah Bengkel Motor

Sebarkan artikel ini
Pesawat-Terbang-Ujang
Ujang Elan Kusmana (42) tengah berupaya terbang untuk menggapai mimpinya bersama pesawat buatannya yang terparkir di samping bengkelnya. FOTO: HAKIM/RADAR CIANJUR

CIANJUR – TAK ada yang menyangka, seorang pria berusia 42 tahun bernama Ujang Elan Kusmana mampu membuat pesawat terbang UltraLight. Meski hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu ini mampu memanfaatkan limbah bengkel motor untuk merangkai badan pesawat.

Laporan: ABDUL AZIS N HAKIM, Sukaluyu

Bank bjb Tandamata

MULANYA, Elan hanyalah seorang laki-laki yang membuka usaha bengkel motor di kediamannya. Pria dengan tinggi badan 165 sentimeter dan berat badan 60 kilogram ini setiap hari sibuk menunggu dan dan melayani konsumen yang datang ke bengkelnya di Prapatan Tungturunan RT3/RW3 Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu.

Tangannya pun menghitam. Maklum saja, Elan memang selalu berkutat dengan yang namanya bongkar pasang mesin motor. Di bengkel berukuran 4×6 meter tersebut berjejer motor yang sedang dalam penanganan mekaniknya.

Namun, ketika di waktu senggang, sesekali dirinya memeriksa pesawat hasil rakitannya yang terparkir di samping bengkel. Tak sedikit jua pengendara bahkan konsumennya yang penasaran untuk melihat dan bertanya mengenai pesawat ketiga buatannya tersebut.

Dua kegagalan sebelumnya membuat dirinya terus berpikir agar bisa menerbangkan burung besi buatannya. Helikopter pernah ia coba untuk dibuat namun gagal terbang karena ada kendala. Sedangkan yang kedua, berjenis gantole mengalami gangguan saat uji terbang kurang dari satu menit.

Tak ingin menyerah begitu saja, bapak tiga orang anak ini terus belajar memetik pelajaran dan mengkaji ilmu dari semua ciptaannya. Salah satunya dengan membaca buku tentang pembuatan pesawat yang setia terpajang di meja kerjanya.

Ada satu buku yang setia ia baca. Buku berwarna biru karya Daniel P Raymer digenggam dengan erat seakan tak ingin terpisah saat berbincang dengan Radar Cianjur.

Elan pun sempat mengaku kesulitan untuk memahami narasi buku karena isi buku berbahasa Inggris. Tak habis akal, ia berinisiatif memanfaatkan teknologi penerjemah bahasa melalui gawainya.