Karena selaku gubernur, dirinya tidak berwenang menentukan terima atau tidaknya pengunduran diri itu. “Nanti surat (pengunduran diri) di-forward ke Kemendagri jadi harap diingat gubernur itu tidak mengambil keputusan, yang pengambil keputusan itu Mendagri,” ungkapnya.
Sebagai pemimpin Jabar, dirinya akan berkomunikasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu perihal pengganti dari Anna. Dalam hal ini secara otomatis jika terjadi pengunduran diri maka wakil yang akan mengisi posisi tersebut.
“Saya kira nanti di-follow up wakilnya yang akan menggantikan (Bupati) dan meminta koalisi sebelumnya untuk memilihkan pendampingnya yang akan menjadi Bupati definitif,” tuturnya.
Menurut Kang Emil, Anna mengundurkan diri karena alasan keluarga. Anna sendiri sudah bekerja sebagai pemimpin masyarakat Indramayu sejak 2010. Kali ini merupakan periode kedua Anna menjabat sebagai Bupati.
“Alasan keluarga, jadi bukan urusan kedinasan jadi lebih mau mengurusi keluarganya di sisa waktunya yang selama ini agak terkendala karena kedinasan yang luar biasa,” ujarnya.
Terkait dinamika pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Indramayu, untuk tetap menyesuaikan. Siapa pun yang akan menggantikan posisi Bupati roda pemerintahan dan pembangunan akan terus berjalan.





