JAWA BARAT

Bunga Utang Diprediksi Membengkak

×

Bunga Utang Diprediksi Membengkak

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI: Bunga utang pemerintah membengkak

Ekonom Asia Development Bank (ADB) Institute Eric Sugandi menerangkan, suku bunga utang secara nominal diperkirakan terus naik. Karena itu, pemerintah disarankan memperlambat penambahan utang baru. Pemerintah berutang untuk membiayai defisit APBN. ’’Idealnya, defisit APBN bisa dikurangi,’’ ungkapnya.

Hal yang bisa dilakukan adalah mengatur sisi belanja daripada sisi penerimaan. Sebab, sisi penerimaan banyak dipengaruhi faktor eksternal yang berada di luar kendali pemerintah. Misalnya, harga minyak dan nilai tukar.

Bank bjb Tandamata

Sementara itu, ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Pieter Abdullah memprediksi bahwa tahun ini Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga mengikuti kenaikan suku bunga The Fed minimal dua kali.

Kenaikan suku bunga acuan tersebut bisa membuat pembayaran bunga utang meningkat seperti halnya pada 2018. Ditambah dengan rupiah yang masih berpotensi melemah. ’’Kondisinya bakal relatif sama,’’ katanya.

Tahun lalu pembiayaan utang dalam APBN tercatat Rp 366,7 triliun atau 91,8 persen di antara target Rp 399,2 triliun. Jumlah itu lebih rendah daripada realisasi pada 2017 sebanyak Rp 429,1 triliun atau 93 persen dari target.

Pembiayaan utang yang berkurang Rp 62 triliun tersebut diikuti penurunan pembiayaan investasi. Pembiayaan investasi pada 2018 tercatat Rp 61,1 triliun atau 93,1 persen di antara target Rp 65,7 triliun.