Apalagi layanan penerbangan di Bandara Kertajati juga terus bertambah selaras dengan masuknya beberapa maskapai yang meminati membuka layanan penerbangan.
Maskapai Citilink, dan Lion Air sudah membuka layanan penerbangan domestik dan internasional untuk Umrah. Sedangkan maskapai penerbangan domestik TransNusa akan mulai beroperasi pada 11 November dengan tujuan Bandar Lampung dan Semarang.
Bandara ini dibangun, kata dia, untuk melayani masyarakat yang biasa menggunakan transportasi berbasis udara. Tapi, tidak bisa berdiri sendiri karena harus ada infrastruktur lain yang bisa mendukung kehadiran bandara agar bisa maksimal dari segi operasional.
“Sehingga kami mengucapkan terima kasih kepada operator transportasi berbasis darat bisa mendukung beroperasinya Bandara Kertajati ini avar bisa maksimal,” kata Singgih.
Keempat operator ini, kata dia, akan melayani penumpang ke sejumlah daerah di Jawa Barat mulai Jumat 9 November 2018. PT Citytrans Utama dan PT Citra Maharlika Lintas Wahana memulai membuka rute Bandung, Tasikmalaya dan Kertajati secara pulang pergi, selanjutnya PT Elang Cakra Ekspress lebih banyak melayani penumpang di kawasan utara yakni Indramayu, Cirebon dan Majalengka serta terakhir PT Purwa Transportasi Utama akan menjangkau kawasan Purwakarta.
Singgih meyakini, bertambahnya beberapa rute penerbangan di Bandara Kertajati, akan membuat bertambah juga kebutuhan masyarakat dari segi konektivitas.



