Ridwan Kamil Disebut Pernah Nyumbang ke Herry Wirawan, Sebegini Jumlahnya

Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil disebut pernah menyumbangkan dana ke pesantren milik Herry Wirawan, terdakwa kasus pencabulan terhadap 12 santriwati di Bandung.

Seorang petugas keamanan di lingkungan pesantren Hendar Handirman (40) mengungkapkan Ridwan Kamil menyumbang dana ke yayasan yang dikelola Herry sebesar Rp 40 juta.

Bacaan Lainnya

“Sebelum penangkapan, Pak Ridwan (Ridwan Kamil) menyumbang ke yayasan Herry Rp 40 juta buat anak yatim,” kata Hendar saat ditemui JPNN.com di Pos Satpam Perumahan Sinergi Antapani yang merupakan domisili pesantren sekaligus kantor yayasan milik Herry, Jumat (10/12).

Hendar menyampaikan uang yang disumbang Ridwan Kamil sudah ada di tangan Herry Wirawan.

“Saya tau dari polisi juga,” sambungnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh Hendra, sumbangan dari Ridwan Kamil akan digunakan Herry Wirawan untuk membangun cabang pesantren di wilayah lainnya.

“Uangnya justru dipakai untuk pribadi. Herry Wirawan ini kan kena dua kasus, penggelapan uang dan pencabulan,” beber Hendar. Sebelumnya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI mendorong Polda Jabar untuk mengusut kasus penggelapan dana bantuan oleh terdakwa Herry Wirawan.

Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar mengatakan dalam menjalankan aksi bejatnya, Herry Wirawan menempatkan para korban di sebuah rumah yang dijadikan asrama pondok pesantren di kawasan Parakansaat, Bandung.

Pelaku membujuk dan menjanjikan santriwatinya yang menjadi korban kebejatannya akan disekolahkan sampai tingkat universitas. Pada fakta persidangan terungkap anak-anak yang dilahirkan para korban diakui sebagai anak yatim piatu dan dijadikan alat oleh terdakwa untuk meminta dana kepada sejumlah pihak. “Dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik korban juga diambil,” kata Livia pada keterangan resminya, Kamis (9/12).

Persidangan terdakwa Herry Wirawan sudah digelar di Pengadilan Negeri Kota Bandung sejak 17 November hingga 7 Desember. Dari 12 korban yang merupakan anak di bawah umur, 7 orang di antaranya telah melahirkan dari hasil perbuatan bejat Herry Wirawan. (mcr27/jpnn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *