Dengan kembali bertambahnya rekanan bisnis yang menjadi mitra strategis dia berharap Bandara ini bisa menjadi kebanggan warga Jawa Barat ke depannya. Sementara itu Elina menambahkan, PDAM sendiri sudah siap memberikan supply air bersih menuju Bandara Kertajati yang bersumber dari Sungai Cimanuk lewat pengolahan dengan berbagai teknologinya.
“Apa yang dibutuhkan Bandara ini sebenarnya hanya sekitar 300 meter kubik, atau 3,5 liter per detik diawalnya. Tapi kita punya kapasitas 170 liter per detik dimana saat ini yang sudah digunakan adalah 40 liter per detik,” ucap Elina.
Dari segi infrastruktur seperti pipa juga kata dia, PDAM sudah berkoordinasi dengan PT BIJB untuk memenuhi apa yang nantinya dibutuhkan pasokan air bersih ke bandara. “Jaringan seperti pipa sudah siap. Tinggal sekarang batas bandara dimana dan itu sudah menjadi tanggung jawab kebandarudaraan,” sebut Elina.
Lebih lanjut Sutrisno mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama dua belah pihak tersebut. Air yang menjadi sumber prioritas dalam operasional bandara tidak boleh sampai kekurangan karena menyangkut nama baik daerah dan perusahaan.
Apalagi bandara ini juga melayani penerbangan internasional. “Kalau di rumah boleh saja sehari enggak ada air. Di bandara enggak ada air sejam saja masalah besar,” ungkap Sutrisno.



