Hingga 22 Februari 2018, komoditi ikan yang disimpan di Warehouse kargo incoming milik PT Mitra Adira Utama itu tidak diambil pemiliknya.
Sehingga, rendemen hasil uji diagnosa lab dilakukan mulai awal Februari hingga 26 Februari dengan jenis ikan hias tawar sebanyak 24 ekor, lohan 6 ekor, garra rupa dua ekor, cupang 6 ekor, koi dua ekor discus 5 ekor dan black ghost 5 ekor.
“Selain itu ada ikan hidup yang merupakan rendemen hasil dari diagnosa labolatorium yang kami lakukan selama dua bulan,” kata Dedi.
Sementara ikan segar seperti gurame beku 500 gram, pakan ikan 240 gram dimusnahkan guna menghindari kontaminasi silang. Hal itu kata Dedi, untuk menghindari microba yang dapat mengganggu kesehatan manusia seperti bakteri E Coli dan Microbakterium yang dapat menyebabkan TBC. [jar]



