CIREBON – Sebagai tindak lanjut dan sinkronisasi program kerja Pemerintah Kabupaten (Pemiab) Cirebon, provinsi Jawa Barat (Jabar) dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dan berbagai program pembangunan.
Salah satunya mengenai Infrastruktur jalan yang ada di Kabupaten Cirebon, Jabar, demikian dikatakan Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, saat menghadiri rapat pimpinan (rapim) di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon.
“Pertama, tindak lanjut Asta Cita yang dicanangkan pemerintah pusat. Kami membahas kesinambungan Asta Cita dengan apa yang ada di Kabupaten Cirebon,” ujar Wahyu, kutip laman cirebonkab, Kamis (7/11/2024).
“Sehingga, antara kebijakan pusat dan Pemkab Cirebon, bisa menjadi satu alur yang sama,” ucap Wahyu, menambahkan.
Selain itu, dalam rapim tersebut Wahyu juga membahas tentang program yang dilaksanakan pada 2025, terutama soal infrastruktur. Ia meminta pelaksanaan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan, dilakukan pada awal tahun.
Hal ini dilakukan untuk mendongkrak perekonomian di Kabupaten Cirebon. “Beberapa proyek akan dilaksanakan lelang dini, beberapa kita akan lelangkan di akhir tahun, sehingga di awal tahun sudah bisa dilaksanakan,” terangnya.
“Dampaknya, pergerakan ekonomi bisa terjadi dari awal, dari Januari sampai seterusnya hingga akhir tahun berkesinambungan. Jadi, tidak terlalu banyak (proyek infrastruktur) di akhir tahun,” tukas Wahyu.
Ia menambahkan, bahwa pembangunan proyek infrastruktur tidak dilakukan berdasarkan pembagian wilayah, tetapi berdasarkan skala prioritas. Wahyu menyebut, saat ini, kemantapan jalan di Kabupaten Cirebon mencapai 84 persen dari total sepanjang 1.200 kilometer (km)
“Dari 84 persen yang mantap itu, ada yang mantap baik dan sedang. Kemudian, ada 16 sekian persen yang tidak mantap, ada yang rusak ringan dan berat. Dari yang berat itu 7 persenan, sudah diintervensi tahun ini,” jelas Wahyu.
“Tetapi bisa jadi, dari yang rusak ringan, dengan berkembangnya waktu, statusnya bisa menjadi rusak berat. Hitungannya, (anggaran) itu yang harus kita perhatikan,” kata Wahyu menambahkan.
Ia juga menyinggung soal anggaran pemeliharaan rutin dan berkala. Dan, ia pun berharap jalan di Kabupaten Cirebon makin mantap dan berdampak pada ekonomi masyarakat.
Sedangkan Sekdis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, Tomy Hendrawan ST melaporkan tentang pemeliharaan jalan rutin pada 17 Mei 2024 yang semula 112,95 km, kemudian per 17 Agustus mencapai 216,01 km dan terakhir pada 1 November sudah selesai hingga 310,51 km.
Sementara itu, untuk rekonstruksi jalan hingga triwulan kedua mencapai 12,49 km. “Alhamdulillah, per 1 November berangsur naik jadi 38,5 km. Untuk pemeliharaan berkala jalan dari Agustus 5 km, sekarang sudah berubah menjadi 22,41 km,” jelas Tomy.
“Kemudian pergantian jembatan per 17 Agustus, baru satu jembatan. Dan, per 1 November tiga jembatan sudah jadi,” tambahnya.
Tomy juga mengatakan, saat ini tengah proses pengadaan tahap ketiga terkait rehabilitasi jembatan. Prosesnya sudah mulai, namun belum selesai, yakni pembangunan jembatan gantung di atas Sungai Cisanggarung. (Ron)






