Salah satu langkahnya adalah menjadwalkan kedatangan di Bali tepat saat perayaan Nyepi pada Maret lalu.
”Rasanya aneh untuk traveler nekat seperti saya. Sebab, saya harus membayar satu malam di hotel, tapi dilarang keluar ke mana-mana. Seperti di penjara,’’ ucapnya, lantas terbahak.
Dalam suasana seperti itu, dia menemukan ketenangan. Mengenai kesederhanaan dan kenikmatan berbagi, dia mempelajarinya dari perjalanan di Vietnam, Kamboja, Laos, dan Thailand. Di sana banyak kuil tempat singgah.
Selain menikmati makan gratis yang memang disediakan, Tartykov bebas tidur di sana.
’’Saya tidak perlu mencari tempat penginapan jika sudah bertemu kuil,’’ tuturnya.
Tartykov menjadi tahu bahwa pemeluk agama Buddha sangat menjunjung tinggi rasa welas kasih dan kepercayaan akan karma.



