Dia menyebut tak pernah menghabiskan uang lebih dari Rp 2 juta sebulan dalam perjalanannya keliling berbagai negara itu.
”Uangnya dapat dari menyewakan kamar di Rusia. Cukup kok, bahkan pernah tidak mengeluarkan uang sepeser pun waktu di Thailand,” paparnya.
Sebelum mendarat di Jakarta, Tartykov bertualang di enam negara lain. Dimulai pada 7 Juli 2017, dia tiba di Tiongkok setelah terbang hampir sepuluh jam dari kotanya, Tomsk, Gagarina, Rusia.
Setelah itu, Tartykov berkunjung ke Vietnam, Laos, Kamboja, Thailand, Malaysia, lalu Indonesia.
Lelaki yang sebelumnya menjadi teknisi medis rumah sakit di Rusia tersebut tak asal membuat time line perjalanan.
Dia ingin menjadi sosok yang punya pikiran lebih terbuka setelah nanti kembali ke Rusia. Caranya dengan belajar multikulturalisme.



