Sementara itu, di Malaysia, Tartykov merasakan keramahan umat muslim kala bermalam di sebuah masjid.
’’Mereka membiark an saya tidur di masjid. Terkadang di serambi, beberapa orang membiarkan saya hangat di atas sajadah,’’ ceritanya.
Bagi dia, Islam yang sering digambarkan dekat dengan terorisme terasa sebagai agama yang sangat ramah. Pada perayaan Natal 2017, Tartykov berada di Semarang.
Sebagai pemeluk Kristen, dia mampir ke gereja untuk berdoa sambil membandingkan dengan gereja di kampung halamannya. Saat ini Tartykov masih melanjutkan perjalanannya.
Setelah mengunjungi kota-kota lain di Indonesia, dia pergi ke Thailand. Bulan depan dia kembali ke Rusia.
”Ngurusi penginapan itu. Tapi, setelah beres, ya traveling lagi,” katanya.



