Namun, pihak rumah sakit tersebut, tidak bisa mengobatinya. Lantaran, terkendala oleh minimnya sarana dan prasarana untuk operasi penyembuhan penyakit Eni. “Semua rumah sakit yang ada di Sukabumi sudah kami sambangi untuk pengobatan Eni. Namun, mereka menyarankan agar Eni segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,” paparnya.
Hingga saat ini, ujar Dewi, adik angkatnya tersebut belum bisa dibawa berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Faktor ekonomilah yang membuat keluarga ini belum berani membawa Eni ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah terkait dan para dermawan agar dapat memberikan bantuan kepada adik angkatnya tersebut untuk mendapatkan perawatan dari tim medis. Sehingga, sakit yang diderita Eni dapat segera disembuhkan.
“Kami kalau membawa Eni ke Bandung, pasti membutuhkan biaya cukup besar. Seperti, biaya dijalan, makan dan lainnya. Ya, jangankan untuk mengobati Eni, untuk makan sehari-hari saja kita sudah kelabakan,” timpalnya.
Sementara itu, Kepala Desa Langkapjaya, Mimin Mintarsih mengatakan, pemerintah Desa Langkapjaya sudah berupaya maksimal untuk membantu penyembuhan penyakit Eni. Namun, pihaknya menjumpai sejumlah kendala.
Seperti, biaya operasional saat menunggu proses perawatan Eni di rumah sakit. “Kondisinya memang sangat memprihatinkan. Terlebih lagi, Eni ini telah dirawat oleh orangtua angkatnya yang bernama Ibu Empur yang merupakan keluarga buruh tani,” jelasnya.





